postingan terbaru

Loading

Jumat, 30 September 2011

Pengertian Wewenang Sabda Nabi dan Para Imam

Dalam pembahasan yang lalu telah kami kemukakan bahwa Al­Quran sendiri telah menetapkan wewenang sabda Nabi dan para Imam untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Quran. Wewenang ini di­miliki oleh sabda jelas Nabi dan para Imam yang tegas dan riwayat­riwayat kuat yang mengutip sabda-sabda mereka. Adapun mengenai riwayat-riwayat yang tidak kuat (yang dinamakan hadits ahad, dan kewenangannya diperselisihkan oleh kaum Muslimin), hal itu terpulang kepada mufasir sendiri. Ulama Ahlus Sunnah biasa mengamalkan hadits ahad. Sedangkan ulama Syi'ah - seperti diketahui dari ilmu ushul fiqh mereka - menganggap riwayat-riwayat yang kuatlah yang andal. Untuk menambah jelasnya masalah ini, kita harus menelaah buku-buku ushul fiqh.

Catatan:
Karena tafsir adalah menjelaskan maksud ayat, maka di dalam ilmu tafsir terdapat pembahasan-pembahasan yang mempengaruhi penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Quran. Adapun pembahasan­pembahasan yang tidak mempengaruhi penafsiran makna ayat, seperti pembahasan-pembahasan bahasa, qira-ah, balaghah dan lain-lain, sedikit pun tidak termasuk penafsiran tentang AI-Quran.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...