postingan terbaru

Loading

Jumat, 30 September 2011

Malaikat , Setan dan Jin

Pandangan di atas menegaskan bahwa malaikat adalah nama untuk kekuatan-kekuatan alam yang mendorong kepada kebaikan dan kebahagiaan. Sedangkan setan adalah nama untuk kekuatan-kekuatan alam yang mendorong kepada kejahatan dan kesengsaraan. Tetapi kata-kata Al-Quran berbeda dengan pandangan tersebut. Al-Quran memandang malaikat dan setan sebagai makhluk yang tidak bisa dijangkau dengan indera-indera lahir. Keduanya memiliki pengetahuan dan kehendak-merdeka. Adapun malaikat, dalam beberapa ayat di atas, ia adalah wujud tersendiri yang beriman kepada Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan yang membutuhkan kehendak dan kecerdasan. Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat seperti ini, dan di sini tidak cukup untuk menyebutkan seluruh ayat itu. Adapun setan, kisah Iblis, ke­engganannya bersujud kepada Adam serta dialog yang terjadi antara dia dan Allah, disebutkan di beberapa tempat dalam Al­ Quran. Sesudah dikeluarkan dari barisan para malaikat, Iblis ber­kata:


"Sungguh aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas." (QS 38:82-83)

Maka Allah menjawab:


"Sungguh Kami akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan dengan mereka yang mengikutimu. " (QS 38:85)

Jelaslah bahwa balasan dan siksaan hanya layak diberikan kepada yang memiliki kehendak dan mengetahui baik dan buruk. Hal ini berarti bahwa setan mempunyai pengetahuan dan kehendak. Dalam ayat lain kita mengetahui bahwa Allah memberikan sifat "dugaan" kepada Iblis. Sifat ini merupakan salah satu kriteria pengetahuan. Allah berfirman:


“Sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran dugaannya kepada mereka, lalu mereka mengikutinya kecuali sebagian orang yang beriman. “ (QS 34:20)

Dalam ayat lain lagi dijelaskan bahwa Iblis menolak celaan yang dilontarkan terhadap dirinya. Penolakan ini tidak akan dikemukakan kecuali oleh makhluk yang memiliki kecerdasan dan kehendak. Ailah berfirman:


"Setelah perkara telah ditentukan, setan berkata: 'Sesungguh­nya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku mengingkarinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, rnelainkan sekadar mengajakmu, kemudian kamu mengikutiku. Maka janganlah mencelaku dan celalah dirimu sendiri. "' (QS 14:22)

Ayat-ayat ini dan ayat-ayat lain tentang hal ini menunjukkan bahwa setan memiliki sifat-sifat. Dan sifat-sifat itu akan dimilikinya bila ia memiliki kecerdasan dan kemerdekaan berkehendak. Sifat-sifat semacam ini tidak diberikan kepada kekuatan-kekuatan alam. Sebab, kekuatan-kekuatan alam ini tidak memiliki kecerdasan dan kemerdekaan berkehendak.

Jin

Jumlah ayat Al-Quran yang berbicara tentang jin adalah jauh lebih banyak daripada ayat-ayat yang berbicara tentang malaikat dan setan. Dalam salah satu ayat, Allah menyebut tentang jin ketika menyifati orang-orang yang tidak mau rnendengarkan ajakan bapak-ibu mereka supaya beriman, dan menyatakan bahwa Islam hanya dongengan belaka. Allah berfirman:


"Mereka itulah orang-orang yang telah pasti akan mendapat­kan azab bersama umat-umat jin dan manusia sebelum mereka. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi." (QS 46: 18)

Di tempat lain Allah berfirman:


"Dan ingatlah ketika Kami menghadapkan serombongan jin yang mendengarkan Al-Quran kepadamu. Tatkala mereka meng­hadiri pembacaannya, mereka berkata: 'Diamlah kamu (untuk mendengarkannya).' Ketika pembacaan teluh selesai, mereka kembali ke kaumnya untuk memberi peringatan. Mereka berkata: 'Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan sebuah kitab (AI-Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa, yang membenar­kan kitab-kitab yang sebelumnya, dan menuntun kepada kebenar­an dan jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah seruan orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.' Siapa yang tidak menerima seruan orang yang menyeru kepada Allah, tidak akan dapat melepaskan diri dari azab Allah di bumi, dan tidak ada pelindung baginya selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata." (QS 46:29-32)

Kisah ini menunjukkan bahwa jin, seperti manusia, mempu­nyai kemerdekaan, kecerdasan, kehendak dan kewajiban. Dalam ayat-ayat yang menggambarkan Hari Kebangkitan, kami juga menemukan pernyataan-pernyataan yang sama kuatnya dengan ayat-ayat ini

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...