postingan terbaru

Loading

Minggu, 25 September 2011

Anasir asing sedulur papat kalima pancer

      Konsep tentang guru sejati sebagaimana ajaran Jawa, dapat ditelusuri melalui konsep SEDULUR PAPAT KALIMA PANCER, dalam konsep pewayangan yang makna dan hakikatnya dapat dipelajari sebagaimana
tokoh dalam Pendawa Lima (lihat dalam tulisan Pusaka Kalimasadha). Namun demikian, dalam perjalanannya mengalami pasang surut dan proses dialektika dengan anasir asing yakni; Hindu, Budha, Arab. Leluhur
bangsa kita memiliki karakter selalu positif thinking, toleransi tinggi, andap asor. Sehingga nenek moyang kita, para leluhur yang masih peduli dengan kearifan lokal, secara arif dan bijaksana mereka tampil sebagai
penyelaras sekaligus cagar kebudayaan Jawa. Setelah Islam masuk ke Nusantara, ajaran Kejawen mendapat
anasir Arab dan terjadi sinkretisme, sedulur papat keblat kemudian diartikan pula sebagai empat macam nafsu manusia yakni nafsu lauwamah (biologis), amarah (angkara murka), supiyah (kenikmatan/ birahi/ psikologis), dan mutmainah (kemurnian dan kejujuran). Sedangkan ke lima yakni pancer diwujudkan dalam dimensi nafsu mulhimah (sebagai pengendali utama atau tali suh atas keempat nafsu sebelumnya. Guru sejati hakekatnya adalah gradasi awal dari NUR MUHAMMAD yang wujud yaitu RAHSA, QIDAM, BAQO, MUKHOLAFATUL LIL HAWADITS, QIYAMUMUHU BUNAFSIHI dan WAHDANIYAH. Gradasi berikutnya adalah sedulur yang empat yakni QUDRAH IRADAH, ILMU, HAYAH dan QALAM. Gradasi dari ilmu adalah bashar, sama’. Dari yang 13 inilah memancar asma-asma menjadi 99. Dari yang 99  memancar asma-asma yang tak terhingga. 
         Karena itu dalam filosofi Jawa sudah ditegaskan, ilmu tertinggi dalam ilmu gaib adalah sekti tanpo aji digdoyo tanpo guru, sudah sakti tanpa ‘pegangan’ – maksudnya tanpa jimat, aji-aji, ilmu kebatinan dan sudah hebat tanpa berguru. Filosofi ini, mencontohkan seseorang yang sudah menemukan ingsun sejati, sedulur sejati dan guru sejati. Biasanya, orang yang sudah menguasai filsafat tersebut adalah mereka yang sudah memiliki kebijaksanaan mendalam. Penguasaan unsur gaib tubuh tersebut tidak bisa dikaitkan dengan karakter bawaan. Bukan berarti seseorang yang memiliki kebijaksanaan mendalam harus lemah lembut atau sok baik. Kebijaksanaan yang luas akan tercermin pada cara ber-pikir dan daya analisisnya.Meski merupakan bentuk pengendalian hidup manusia, namun guru sejati tidak ada kaitannya dengan komunitas malaikat. Guru sejati
merupakan pengumpan gaib dari sese-orang yang melakukan olah batin. Seseorang yang sudah berhasil menemukan ingsun sejati dan sedulur sejati, secara otomatis akan memiliki daya mistis guru sejati. Ia akan
dituntun menuju hakikat supranatural yang digelutinya. Itulah sebabnya banyak orang mengejar untuk mengamalkan ilmu tersebut karena sawabnya yg sangat luar biasa khususnya untuk hajat kita setiap harinya.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...