postingan terbaru

Loading

Rabu, 15 Juni 2011

ZIKIR-DZIKIR SHALAT HAJAT

ZIKIR-DZIKIR SHALAT HAJAT   Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abdul-lah bin Abi Aufa[radiyallahu 'anhu], ia berkata, "Rasulullah[Shallallahu 'alaihi wasallam] bersabda   ,   مَنْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ إِلَى اللهِ سبحانه و تعالى أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ، فَلْيَتَوَضَّأْ، وَلِيُحْسِنِالْوُضُوْءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللهِ سبحانه و تعالى ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، ثُمَّ لِيَقُلْ: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لاَ تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلاَّ غَفَرْتَهُ، وَلاَ هَمًّا إِلاَّ فَرَّجْتَهُ، وَلاَ حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًى إِلاَّ قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.   "Barangsiapa yang memiliki hajat kepada Allah[Subhanahu waTa`ala] atau kepada salah seorang dari bani Adam, maka hendaklah ia berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian shalatlah dua rakaat, kemudian pujilah Allah[Subhanahu waTa`ala] dan bershalawatlah kepada Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam]. Kemudian ucapkanlah (yang arti-nya), 'Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah Rabb Arasy Yang Mahaagung. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Aku memohon kepadaMu hal-hal yang mendatangkan rahmatMu dan ampunan-Mu, mendapatkan segala kebajikan dan selamat dari segala dosa. Janganlah biarkan dosaku melainkan Engkau hapus-kan, jangan biarkan kesedihan melainkan Engkau hilangkan, dan jangan pula biarkan suatu hajat pun yang membuatmu ridha melainkan Engkau selesaikan, wahai Yang Penyayang di antara para penyayang'." At-Tirmidzi mengatakan, "Dalam sanadnya ada komentar."   Aku katakan, Dianjurkan agar berdoa dengan doa kesusahan, yaitu:     اَللّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.   "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari azab neraka." Sebagaimana yang telah kami kemukakan dari Shahihain.   Kami meriwayatkan dalam kitab at-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Utsman bin Hunaif[radiyallahu 'anhu]   ,   أَنَّ رَجُلاً ضَرِيْرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه و سلم ، فَقَالَ: ادْعُ اللهَ سبحانه و تعالى أَنْ يُعَافِيَنِيْ. قَالَ: إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ، وَإِنْ شِئْتَ صَبَرْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ. قَالَ: فَادْعُهُ. فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوْءَ هُ وَيَدْعُوَ بِهذَا الدُّعَاءِ: اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ صلى الله عليه و سلم يَا مُحَمَّدُ، إِنِّيْ تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّيْ فِي حَاجَتِيْ هذِهِ لِتُقْضَي لِيْ. اَللّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ.   "Bahwa seseorang yang buta matanya datang kepada Nabi[Shallallahu 'alaihi wasallam] seraya mengatakan, Berdoa-lah kepada Allah agar menyembuhkanku. Beliau menjawab, Jika kamu mau, aku berdoa (untukmu); dan jika mau, bersabarlah; karena itu lebih baik bagimu. Ia mengatakan, Berdoalah! Maka beliau memerintahkannya agar berwudhu dan membaguskan wudhunya serta berdoa dengan doa ini (yang artinya), Ya Allah, aku memohon kepadaMu dan menghadap kepadaMu dengan nabiMu, Muhammad, nabi rahmat. Wahai Muhammad, aku menghadap denganmu kepada Rabbku untuk hajatku ini agar diselesaikan. Ya Allah, terimalah syafa'atnya untukku'." At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...