postingan terbaru

Loading

Rabu, 15 Juni 2011

CARA MENGHITUNG ZAKAT HARTA

 CARA MENGHITUNG ZAKAT HARTA Mengenai zakat Maal, (zakat harta), wajib dikeluarkan setiap tahunnya, (bukan setiap bulan sebagaimana berjalan sebagian pemahaman baru masa kini). Jadi yang dimaksud adalah jika anda menyimpan uang (bukan uang berjalan), atau mas atau perak, namun menyimpannya atau menabungnya, anda wajib mengeluarkan zakatnya setiap tahun terhitung sejak uang anda mencapai batas zakat (Nishob), maka bila uang anda jumlahnya melebihi harga Emas Murni 84 gram maka zakatnya 2`5% dari seluruh uang tersebut, tapi hanya jika anda telah memilki uang itu selama setahun. Maaf saya tidak tahu kepastian berapa harga emas murni saat ini, misalnya harga emas murni 1 gramnya adalah satu juta, maka bila anda menyimpan atau menabung uang melebih harga 84gram emas (1juta X 84 = 84 jt) melebihi 1 tahun. Maka mestilah anda mengeluarkan zakatnya sebesar 2,5%, saat terhitung hari pertama masuk tahun kedua. Misalnya uang anda Rp. 70.000.000,- pada 1 Januari 2003, maka anda tidak kena zakat, karena uang anda dibawah standar zakat, lalu pada 1 Maret 2004 uang anda Rp. 100.000.000,-, nah.. sekarang harta anda melebihi nishob (batas wajib zakat), apakah anda wajib membayar zakat?, belum.., karena msti menunggu 1 tahun lamanya dari 1 Maret (bukan 1 Januari lho..) Maka bila harta anda tidak berkurang dibawah batas nishob sampai 1 Maret 2005, maka anda terkena wajib zakat..,2,5% dari Rp. 100.000.000,- (bukan 2,5% dari Rp. 84.000.000,-). Syarat zakat maal adalah Nishob dan haul, yaitu melebihi batas wajib zakat, lalu mulai hari itulah terhitung, dan haul yaitu mencapai 1 tahun lamanya harta anda tak berkurang dari batas nishob. Bila harta anda pada 1 Februari mulai melebihi nishab, lalu april turun dibawah nishab, maka anda tak terkena wajib zakat, sampai harta anda melebihi nishab kelak, misalnya lalu harta anda di bulan Agustus melebihi nishab, maka mulailah terhitung sejak Agustus, bila berlansgung setahun maka terkena zakat, bila tidak mencapai setahun sudah ada penurunan maka wajib zakat terhapus, sampai anda mulai memiliki harta melebihi nishab kembali. Jika uang simpanan anda Rp. 100.000.000,- mulai 1 januari, lalu November uang anda Rp. 10.000.000.000,- lalu pada 31 Desember uang anda Rp. 85.000.000,- maka anda terkena zakat tentunya, namun yg diambil adalah 2,5% dari uang anda dihari terakhir setelah sempurna setahun, yaitu Rp. 85.000.000,-, bukan Rp. 10.000.000.000,- 122 kenalilah akidahmu 2 *Perhitungan adalah dengan perhitungan bulan hijriyah, demikian jika diwilayah muslimin. II.29. SHALAT TARAWIH Mengenai Tarawih ini telah saya bahas berkali – kali dengan pembahasan panjang lebar di web ini, anda dapat melihatnya dengan menulis kata : “tarawih” di kanan atas tampilan di forum tanya jawab ini, maka akan muncul pembahasan itu semua, namun yang secara ringkasnya adalah bahwa tarawih ini banyak riwayatnya, yaitu 11, 13, 23, 36, 38, 40 dll. Namun Jumhur 4 madzhab (pendapat besar 4 madzhab ahlussunnah waljamaah tidak satupun berpendapat ada tarawih yang kurang dari 20 rakaat. Imam Syafii dan Hambali tarawih 23 rakaat, yaitu 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir, dan Imam Malik (maliki) tarawih 36 rakaat, atau 38 rakaat, ditambah witir 3 rakaat menjadi 39 rakaat atau 41 rakaat khusus untuk di Masjid Nabawiy, dan tak ada satupun madzhab yang berpendapat 11 rakaat, Entah darimana mereka menemukan fatwa itu, namun kita tak perlu bermusuhan untuk itu, barangkali ada orang – orang tua yang jompo dan lemah hingga tak mampu 20 rakaat, atau para muallaf, atau orang yang sangat sibuk hingga malas tarawih 20 rakaat, maka biarkan saja mereka shalat 11 rakaat, jauh lebih afdhal daripada mereka tidak tarawih sama sekali. Mengenai riwayatnya adalah Imam Baihaqi Al Kubra dalam Sunan Baihaqy menukil riwayat tarawih Umar bin Khattab ra dengan 23 rakaat, dan riwayat ini disepakati oleh para sahabat dan terus diberlakukan dimasa Khalifah Utsman bin Affan ra, dan Khalifah Ali bin Abi Thalib kw, dan diberlakukan hingga masa kini, dan tak satu madzhab pun yang melakukan dibawah 23 rakaat, bahkan riwayat Imam Malik adalah 36 rakaat dan 39 rakaat. Mengenai istirahat setiap 4 rakaat itu adalah telah berlaku dimasa Umar bin Khattab ra, maka disebut tarawih (tarawih = selingan istirahat) maksudnya shalat yang diselingi istirahat. Dalam Madzhab syafii dilakukan Qunut setelah Nishful akhir (setengah ramadhan yang terakhir) di bulan ramadhan, berlandaskan dari riwayat Hasan bin Ali kw, bahwa Umar bin Khattab ra melakukan Qunut pada shalat witir di setengah ramadhan yang terakhir, demikian pula Ali bin Abi Thalib kw. (HR Sunan Baihaqi Alkubra Juz 2), walaupun sebagian mendhoifkan riwayat ini namun sebagian sahabat mengamalkannya. kenalilah akidahmu 2 123     II.30. HADITS BANTAHAN AMAL BULAN RAJAB Sebagaimana telah saya jelaskan di majelis – majelis cabang dan pusat, bahwa hadits – hadits tentang kemuliaan bulan rajab ini tidak ada yang shahih, sebagian besar adalah dhoif, namun bukan berarti itu menafikan kemuliaan di bulan rajab, tak satupun para Muhaddits yang mengharamkan puasa di bulan rajab. Telah berkata Al hafidh Al Muhaddits Imam Nawawi rahimahullah : ولم يثبت في صوم رجب نهى ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن  رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب الى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها  “Tak ada ketentuan jelas yang menguatkan pelarangan puasa pada bulan rajab, tidak pula keterangan sunnah melakukannya, akan tetapi asal dari ibadah puasa adalah sunnah, dan pada riwayat sunan Abu Dawud baha Rasulullah saw mensunnahkan puasa di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram”. Maka jelaslah sudah bahwa sunnah berpuasa di bulan rajab, dan segenap bulan haram (bulan haram adalah 3 bulan berturut turut dan 1 bulan terpisah, yaitu: Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab) Maka merupakan kemungkaran bagi yang mengharamkannya, karena sebagaimana dijelaskan oleh Al Imam Nawawi bahwa hal ini tidak ada dalil yang melarangnya, maka sunnah berpuasa di hari – hari yang tidak diharamkan puasa padanya, sebagaimana seperti hari Ied yang memang diharamkan puasa padanya. Pengingkaran akan hal sunnah ini adalah mungkar, bila sekelompok muslimin ingin berpuasa di bulan rajab maka tak ada satu dalilpun yg melarangnya, karena puasa itu bukan untuk memuliakan berhala, tapi ibadah karena Allah semata. Hal yang sangat menyedihkan, sebagian besar muslimin berpuasa di bulan rajab, sebagian lain tak perduli, dan sebagian lainnya sibuk melarang yang berpuasa, Kelompok ketiga inilah yang berbahaya, melarang orang muslim beribadah karena Allah, berpuasa karena Allah, sudah jelas kemungkaran muslimin semakin banyak bermaksiat, maka muncul pula kelompok yang mengharamkan apa – apa yang tak diharamkan Allah swt. 124 kenalilah akidahmu 2 إن أعظم المسلمين في المسلمين جرما من سأل عن شيء لم يحرم على المسلمين فحر عليهم من أجل مسألت Sabda Rasulullah saw : “Sungguh sebesar – besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnya, adalah yang bertanya tentang hal yang tidak diharamkan atas muslimin, menjadi diharamkan atas mereka karena pertanyaannya” (Shahih Muslim hadits No.2358 dan pula teriwayatkan pada Shahih Bukhari dan lainnya) Mengenai dalil – dalil yang mengingkari bahwa Rasul saw tidak pernah memerintah untuk puasa Rajab, maka itu adalah pendapat mereka, karena Puasa rajab sudah dilakukan oleh beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum. Tak satupun dalil dari hadits Rasul saw yang melarang Puasa Rajab, bahkan para sahabat sebagian melakukannya, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Muslim hadits No.1157, bahwa Utsman bin Hakim Al Anshariy bertanya pada said bin Jubair mengenai Puasa Rajab, maka ia menjawab bahwa Ibn Abbas ra berkata bahwa Rasul saw bila berpuasa maka terus puasa, dan bila tak puasa maka terus tak puasa. (Shahih Muslim hadits No.1157) riwayat menunjukkan bahwa tak ada pelarangan yang mengharamkan puasa rajab, bila ada pelarangan maka tentu akan disebutkan bahwa Rasul saw, atau Ibn Abbas ra, atau Sa’id bin Jubair akan berkata bahwa itu haram dan dilarang. Dan juga Shahih Muslim hadits No.2069 bahwa Ummulmukminin Aisyah ra menegur Abdullah bin Umar ra bahwa apakah betul ia melarang orang berpuasa Rajab, maka Abdullah bin Umar berkata : “Bagaimana dengan puasa seumur hidup?”, ini menunjukkan tidak ada pelarangan dari Abdullah bin Umar ra mengenai puasa Rajab, dan pertanyaan itu muncul dari Aisyah ra memberikan pemahaman pada kita bahwa beliau melakukan puasa Rajab, bila beliau tak melakukannya maka paling tidak beliau (Aisyah ra) menyukai dan menyetujuinya, karena beliau menegur Abdullah bin Umar ra apakah betul ia melarang orang puasa rajab. Riwayat ini adalah pada shahih Muslim. Setumpuk dalil mereka kemukakan dan tak satupun ada hadits Rasul saw yang melarang atau mengharamkan puasa rajab, namun mereka mengharamkannya semaunya. Bila Ummulmukminin Aisyah menyetujuinya, kiranya darimanakah Aisyah mengenal hal kenalilah akidahmu 2 125 itu?, dari kitab kah?, atau dari catatan – catatan yang mungkin palsu dan salah cetak?, DARI SUAMINYA TENTUNYA, SIAPAKAH SUAMINYA?, SAYYIDINA MUHAMMAD SAW, dan Aisyah tak pernah mengetahui sesuatu dari Ilmu Syariah selain bersumber dari Suaminya, Rasulullah saw, Ummulmukminin Aisyah ra mengingkari orang yang melarang puasa rajab, silahkan kita memilih antara pemahaman Wahabi atau Ummulmukminin Aisyah ra. II.31. DAULAH ISLAMIYYAH Sabda Rasulullah saw : منْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنْ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً “Barangsiapa yang ditindas oleh penguasanya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari perintah sultan (penguasa) sejengkal saja maka ia mati dalam kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah) Sabda Rasulullah saw : مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ إِلَّا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً “Barangsiapa yang melihat hal pada penguasanya sesuatu yang tidak disukainya maka hendaknya ia bersabar, sungguh barangsiapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja, lalu ia wafat maka ia wafat dengan kematian jahiliyah” (Shahih Bukhari Bab Fitnah) berkata zubair bin Adiy ra : kami mendatangi Anas bin Malik mengadukan kekejian Hajjaj dan kejahatannya pada kami, maka berkata Anas ra : “Bersabarlah kalian, karena tiadalah datang masa kecuali yang sesudahnya akan lebih buruk, sampai kalian akan menemui Tuhan kalian, kudengar ini dari Nabi kalian (Muhammad saw)” (Shahih Bukhari Bab Fitnah) Sabda Rasulullah saw : “dengar dan patuhlah bagi seorang muslim selama ia tak diperintah 126 kenalilah akidahmu 2 berbuat maksiat, bila ia diperintah berbuat maksiat maka tak perlu dengar dan patuh” (Shahih Bukhari Bab Ahkam) Kesimpulannya adalah Rasulullah saw dan kesemua para Imam dan Muhaddits ahlussunnah waljamaah tidak satupun menyerukan pemberontakan dan kudeta, selama pemimpin mereka muslim maka jika diperintah maksiat mereka tidak perlu taat, bila diperintah selain dosa maka mereka taati. Sebagaimana dimasa merekapun terdapat kepemimpinan yg dhalim, walau berkedok dengan nama “KHALIFAH” namun mereka dhalim, diantaranya Hajjaj yang sering membantai dan menyiksa rakyatnya, namun ketika mereka mengadukan pada Anas ra, maka mereka diperintahkan bersabar, bukan diperintahkan merebut Khilafah dengan alasan khalifah itu dhalim. Negeri kita ini muslim, pemimpinnya muslim, menteri – menterinya mayoritas muslimin, mayoritas masyarakatnya muslimin, maka apalagi yang mesti ditegakkan?, ini adalah khilafah islamiyah (kepemimpinan islam), adakah presiden kita melarang shalat?, adakah pemimpin kita melarang puasa ramadhan? Mengenai kesalahan kesalahan lainnya selama ia seorang muslim maka kita diperintah oleh Rasul saw untuk bersabar. Dan para Imam dan Muhaddits itu tak satupun menyerukan kudeta dan penjatuhan kekuasaan dari seorang pemimpin muslim. Ringkasnya saudaraku, berteriak - teriak meneriakkan khilafah islamiyah adalah perbuatan terburu - buru, berdakwahlah pada muslimin sedikit demi sedikit hingga dalam bertetangga, di tempat kerja, di masyarakat, maka pelahan akan muncul Ketua RT yang mencintai syariah dan sunnah. Maka berlanjut dengan Ketua RW yang terpilih adalah Ketua RW yang mencintai syariah dan sunnah, Ketua RW yang mendukung majelis taklim dan melarang panggung maksiat, Ketua RW yang tak mau menandatangani pembangunan diskotek dan gereja, dan bila dakwah di masyarakat makin meluas akan sampai terpilihlah lurah yang demikian pula, lalu meningkat ke Bupati dan seterusnya. Ini akan tercapai dengan pelahan lahan tetapi pasti, dan negara akan ikut apa keinginan mayoritas rakyatnya, demikian pula televisi, radio, majalah, dan kesemuanya, tak ada diskotek bila tak ada pengunjungnya, tak ada miras dan narkoba bila tak ada yang membelinya, tak ada blue film bila tak ada yang mau kenalilah akidahmu 2 127 menontonnya, ini semua akan sangat mudah. Karena khilafah islamiyah dengan Syariah Islam bila ditegakkan sekarang maka yang akan menolaknya adalah muslimin sendiri, mereka tak mau kehilangan diskoteknya, mereka tak mau kehilangan mirasnya, mereka tak mau menutup auratnya, nah.., maka bagi yang berkeinginan menegakkan Khilafah Islamiyah agar meratakan shaf dan terjun berdakwah mengenalkan sunnah dan Nabi Muhammad Saw sebagai idola muslimin. Bukan berteriak - teriak khilafah islamiyah lalu menuding muslimin lainnya sesat karena menolak khilafah dari golongan mereka, lalu saling bunuh antara muslimin demi kepemimpinan dari fihak mereka. Sungguh metode Nabi saw ini sangat strategis dengan strategi keamanan yang sempurna, Rasul saw mengetahui akan banyak penguasa muslim yang dholim, namun Rasul saw memerintahkan kita bersabar atas mereka, kenapa?, karena jika muslimin berontak maka mereka akan dibantai penguasa yang dholim itu, maka orang - orang baik dan ulama akan jadi sasarannya, padahal orang - orang baik, orang shalih, dan ulama sangat diharapkan menyiapkan generasi baru yang baik untuk kelak menggantikan penguasa dholim itu, namun hal itu menjadi sulit dan mustahil jika ulama, shalihin dan orang baik memerangi penguasa, maka mereka dibantai dan masyarakat semakin kehilangan ulama, dan itu memperburuk keadaan. Dan keadaan ini akan membuat terbahak - bahaknya musuh - musuh Islam, mereka tak perlu menyerang muslimin, karena muslimin sudah saling bantai antara ulama dan penguasanya, dan Islam akan semakin bobrok dan hancur, sungguh sempurna strategi Sang Nabi saw, bersabar demi pembenahan dan regenerasi. II.32. NABI KHIDIR AS MASIH HIDUP..? Berkata Hujjatul Islam Al Imam Nawawi rahimahullah : وقد احتج بهذه الاحاديث من شذ من المحدثين فقال الخضر عليه السلام ميت والجمهورعلى حياته سبق في باب فضائله ويتأولون هذه الاحاديث على انه كان على البحر أو انها عام مخصوص “Sungguh telah berhujjah dengan hadits ini (hadits = Rasul saw bersabda bahwa setelah 100 tahun maka tak tersisa lagi yang hidup diantara kita didaratan ini), mereka yang salah dari para periwayat hadits yang mengatakan bahwa Khidir as sudah wafat, dan 128 kenalilah akidahmu 2 Jumhur (pendapat yang terkuat dan terbanyak) mengatakan bahwa ia hidup, sebagaimana dijelaskan dalam Bab keutamaannya, dan mereka menakwilkan hadits – hadits ini bahwa dia (khidir as) di laut dan bukan di daratan, atau hadits itu bermakan ‘Aammun makhsush (maknanya umum tetapi ada pengecualian). (Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 16 hal 90) قال أبو اسحق يقال ان هذا الرجل هو الخضر عليه السلام أبو اسحق هذا هو ابراهيم بن سفيان راوى الكتاب عن مسلم وكذا قال معمر فى جامعة فى أثر هذا الحديث كما ذكره ابن سفيان وهذا لبعض منه بحياة الخضر عليه السلام وهو الصحيح Berkata Imam Nawawi, bahwa berkata Abu Ishaq : “Dikatakan bahwa lelaki ini (hadits = lelaki yang dibunuh Dajjal lalu dihidupkan kembali, lalu akan dibunuh lagi namun Dajjal tak mampu berbuat kedua kalinya) adalah Khidir as, dan adapun Abu Ishaq ini adalah Ibrahim bin Sufyan, periwayat kitab dari Muslim, dan demikian pula dikatakan oleh Ma’mar dalam Jaami’ah dalam penjelasan hadits ini, sebagaimana dijelaskan pula oleh Ibn Sufyan, dan ini adalah bagian dari kehidupan Khidir as dan ini adalah shahih. (Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 18 hal 72) قال جعفر بن محمد فأخبرني أبي أن علي بن أبي طالب قال أتدرون من هذا هذا الخضر عليه السلام (ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata – kata dan doa), lalu berkata Ja’far bin Muhammad, dikabarkan oleh ayahku bahwa Ali bin Abi Thalib kw berkata : “tahukah kalian siapa lelaki ini?, ia adalah Khidhir alaihissalam” (Tafsir Imam Ibn katsir Juz 1 hal 436) قال جعفر بن محمد فأخبرني أبي أن علي بن أبي طالب قال أتدرون من هذا هذا الخضر عليه السلام (ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata - kata kenalilah akidahmu 2 129 dan doa) lalu berkata Ja’far bin Muhammad, dikabarkan oleh ayahku bahwa Ali bin Abi Thalib kw berkata : “tahukah kalian siapa lelaki ini?, ia adalah Khidhir alaihissalam” (Tafsir Imam Ibn katsir Juz 1 hal 436) فقال بعضهم لبعض تعرفون الرجل فقال أبو بكر وعلي نعم هذا أخو رسول الله صلى الله عليه والخضر عليه السلام (ketika Rasul saw wafat, maka datanglah seorang pelayat yang mengucapkan kata - kata dan doa) maka berkatalah para sahabat satu sama lain : kalian tahu siapa lelaki itu?, maka berkata Abubakar dan Ali : Ya, ini adalah saudara Rasulullah saw Al Khidhir alaihissalam. (Mustadrak Alaa Shahihain No.4392). II.33. SORBAN DAN IMAMAH BUKAN SUNNAH TAPI ADAT ORANG ARAB SAJA Saya jawab secara singkat saja, ketahuilah bahwa sorban itu bukan adat orang arab saja, tapi sunnah Nabi saw, Rasulullah saw memakai surban. Mereka itu mengatakan tidak ada haditsnya menunjukkan betapa rendahnya pemahaman mereka akan syariah dan hadits a. Dari Amr bin Umayyah ra dari ayahnya berkata : Kulihat Rasulullah saw mengusap surbannya dan kedua khuffnya (Shahih Bukhari Bab Wudhu, Al Mash alalKhuffain). b. Dari Ibnul Mughirah ra, dari ayahnya, bahwa Rasulullah saw mengusap kedua khuffnya, dan depan wajahnya, dan atas surbannya (Shahih Muslim Bab Thaharah) c. Para sahabat sujud diatas Surban dan kopyahnya dan kedua tangan mereka disembunyikan dikain lengan bajunya (menyentuh bumi namun kedua telapak tangan mereka beralaskan bajunya karena bumi sangat panas untuk disentuh). saat cuaca sangat panas. (Shahih Bukhari Bab Shalat). d. Rasulullah saw membasuh surbannya (tanpa membukanya saat wudhu) lalu mengusap kedua khuff nya (Shahih Muslim Bab Thaharah) Dan masih belasan hadits shahih meriwayatkan tentang surban ini, cukuplah hadits Nabi saw : “Barangsiapa yang tak menyukai sunnahku maka ia bukan golonganku” (Shahih Bukhari). 130 kenalilah akidahmu 2 Silahkan bantah sunnah Nabi saw, dan itu tanda keluarnya mereka dari ummat Nabi saw. Imam Syafii mengeluarkan fatwa bila seorang muslim menghina sunnah maka hukumnya kufur. Wallahu a’lam II.34. YASINAN MALAM JUM’AT HADITSNYA PALSU Mengenai mereka itu sungguh berada dalam kemungkaran yang nyata, siapapula yang mengeluarkan larangan membaca Alqur’an di malam jum’at..?, boleh Yaasiin atau boleh apapun dari ayat Alqur’an, Mereka mengatakan tak boleh ada dalil pengkhususan suatu ibadah disuatu hari atau waktu, darimana hukum ini muncul..?, hanya ada pada orang bodoh yang tak mengerti hadits, mereka itu tak tahu hadits, hanya tahu menukil - nukil lalu mengatakan sesat pada orang lain. Berikut riwayat shahih mengenai diperbolehkannya mengada – adakan suatu amal tanpa diperintah oleh Rasul saw : Diwayatkan bahwa Imam Masjid Quba menambahi bacaan surat Al Ikhlas setelah fatihah, ia selalu selesai fatihah ia membaca surat Al Ikhlas dulu, baru surat lainnya, maka ia telah menyamakan Fatihah dengan surat Al Ikhlas, ia membuat surat Al Ikhlas mesti ada pada setiap rakaatnya. bukankah hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rasul saw..? Maka makmumnya protes, dan ia tetap bersikeras, maka ia dilaporkan pada Rasul saw, maka Rasul saw memanggilnya, dan menanyakan apa sebab perbuatannya itu..? Maka Imam Masjid Quba itu berkata : aku mencintai surat Al Ikhlas, maka aku tak mau melepasnya pada setiap rakaat. Maka Rasul saw menjawab : Cintamu pada surat Al Ikhlas akan membuatmu masuk sorga! (Shahih Bukhari Bab Adzan). Berkata Hujjatul islam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy dalam kitabnya Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari mensyarahkan makna hadits ini beliau berkata : وَفِيهِ دَلِيلٌ عَلَى جَوَازِ تَخْصِيصِ بَعْضِ الْقُرْآنِ بِمَيْلِ النَّفْسِ إِلَيْهِ وَالِاسْتِكْثَارِ مِنْهُ وَلَا يُعَدُّ ذَلِكَ هِجْرَانًا لِغَيرِْهِ “pada riwayat ini menjadi dalil diperbolehkannya mengkhususkan sebagian surat kenalilah akidahmu 2 131 Alqur’an dengan keinginan diri padanya, dan memperbanyaknya dengan kemauan sendiri, dan tidak bisa dikatakan bahwa perbuatan itu telah mengucilkan surat lainnya” (Fathul Baari Bisyarah Shahih Bukhari Juz 3 hal 150 Bab Adzan). Jelaslah sudah kebodohan mereka akan ilmu hadits, bahwa Rasul saw tak pernah melarang seseorang mengkhususkan Alqur’an atau lainnya dari beragam ibadah untuk dibaca disuatu waktu atau tempat, bahkan jika hal itu karena cintanya pada ibadah itu maka itu akan membuatnya masuk sorga, demikian kabar gembira dari Rasulullah saw. Wallahu a’lam II.35. PETASAN KEMBANG API MAULID ADALAH MUNKAR Saya sudah menghimbau hal itu, namun tetap saja para pemuda senang melakukannya, saya terus terang saja kurang suka, namun untuk kegembiraan maka hal itu diperbolehkan oleh Rasul saw. Riwayat bahwa Rasul saw melihat orang – orang Afrika bermain di Masjid Nabawiy, maka para sahabat marah, maka Rasul saw berkata : “Biarkan mereka, ini adalah hari Ied” dan Rasul saw duduk menonton perbuatan mereka dengan senang. (Shahih Bukhari). Riwayat lain ketika Abubakar shiddiq ra marah melihat dua orang wanita menghibur Aisyah ra dengan alat musik Mizmar dan syair, Abubakar ra berkata : “apakah alat musik syetan dihadapan Rasulullah..?!!”, maka Rasul saw keluar dari dalam selimut karena sedari tadi beliau berselubung selimut, seraya bersabda : “Biarkan mereka wahai Abubakar, ini adalah Ied kita”, padahal hari itu bukan hari Iedul Adha atau Iedul fitri, tapi hari Mina (Shahih Bukhari), Maka jelaslah sudah segala bentuk kegembiraan, bahkan main di masjid yang jelas – jelas adat Yahudi dan Nasrani, bahkan Rasul saw memperbolehkannya dimainkan di Masjid pula. Dan bahkan Rasul saw menonton dan asyik tersenyum, menunjukkan selama kegembiraan yang berkaitan dengan syiar Islam maka tak apa. Walau dimasa kini tidak selayaknya ada acara gembira dengan bermain di masjid, itu terjadi dimasa awal islam. Namun jika hal hal diluar masjid, selama tak bertentangan dengan syariah maka boleh saja bahkan diakui oleh syariah kebolehannya, demikian pula saat acara pernikahan, acara haji, acara maulid dll. ini dari segi hukum. Namun dari segi pribadi saya, saya kurang suka, ribut.., dan baunya menusuk dada, apalagi saya yang punya sakit asma, tapi saya tahan saja karena mereka sedang asyik begitu, kasihan 132 kenalilah akidahmu 2 juga jika dikerasi dan dilarang, Namun tetap hati kecil saya kalau disuruh memilih maka lebih baik yang lain lah, daripada petasan. Dan ternyata saat kedatangan Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, beliau disambut dengan kembang api, kita tahu bahwa beliau ini sudah mencapai derajat Pakar hadits dan Mufassir. Saya perhatikan apakah beliau cemberut dan marah atau bagaimana..?, karena jika mungkar maka beliau tidak akan diam, karena saya adalah murid beliau, pasti akan ditegur, namun ternyata beliau senyum cerah, bahkan sempat berdiri menonton sejenak sambil tersenyum gembira melihat kembang api itu sebelum masuk ke masjid. Saya pun tahu bahwa senyum beliau itu adalah ingin membuat para pemuda itu makin senang, karena mereka berbuat itu demi menyambut beliau, namun jika disuruh memilih, pastilah beliau pun memilih tak perlu pakai yang demikian itu. Wallahu a’lam II.36. JAWABAN ATAS PENGHINAAN TERHADAP ULAMA HADRAMAUT, YAMAN Setelah saya baca ternyata setumpuk artikel ini hanya bermasalah dalam 3 hal kebodohan besar : 1. Kejahilan (Ketidak fahaman) dalam pengingkaran terhadap keramat para wali dan shalihin 2. Kejahilan dalam pengingkaran terhadap mukasyafah (para wali dan Nabi mengetahui hal yang gaib) 3. Kejahilan dalam pengingkaran ucapan ucapan para shalihin dan ulama yang mengandung makna luas, namun dipersempit dan diselewengkan dengan kebodohan dan kesengajaan untuk memfitnah para wali Allah swt. Ikutilah riwayat riwayat shahih dibawah ini dengan seksama : FIRMAN ALLAH SWT MENJELASKAN KERAMAT PARA WALI Firman Allah swt menceritakan kejadian Sulaiman as : “Maka berkatalah Sulaiman (as) : siapakah diantara kalian yang dapat membawakan Singgasananya (Singgasana Ratu Balqis) kehadapanku sebelum mereka datang menyerahkan diri?, maka berkatalah seorang Ifrit dari golongan Jin : Aku akan membawakannya padamu sebelum kau berdiri dari kursimu!, sungguh aku memiliki kekuatan dan dapat dipercaya!, Maka berkatalah kenalilah akidahmu 2 133 seseorang yang memiliki ilmu dari kitabullah : Aku akan membawakannya padamu (singgasana Ratu Balqis) sebelum engkau mengedipkan matamu, maka ketika Sulaiman (as) melihat singgasana itu dalam sekejap sudah tegak dihadapannya…” (QS Annaml 39-41) Disini jika kita ringkaskan saja, maka tidak mustahil seorang wali Allah berkata aku mampu berbuat ini dan itu, aku mampu menghidupkan yang mati, aku mampu memindahkan singgasana itu sebelum kau kedipkan matamu! atau ucapan – ucapan yang didasari kekuatan illahiyah, dan yang mengingkari hal ini maka Allah swt telah menyiapkan jawabannya sebelum mereka bertanya dan mengingkari, sebagaimana firman Allah swt diatas, membuktikan bahwa ucapan itu bukan ucapan sombong, tapi justru merupakan tanda kebesaran Allah swt. Firman Allah swt diatas ini jelas bukan tercantum pada Taurat, Zabur, Injil atau Shuhuf para Nabi terdahulu, padahal kejadiannya adalah pada ummat terdahulu, namun tercantum pada Alqur’an, agar Ummat Muhammad saw memahami bahwa jika muncul hal - hal seperti ini pada masa mereka maka hal itu bukan hal yang aneh, namun hal biasa yang sudah terjadi pada ummat - ummat terdahulu, justru yang mengingkari hal seperti ini kufur hukumnya karena ia mengingkari Alqur’an. Firman Allah swt menceritakan kejadian Musa dan Khidir as dalam surat Al Kahfi: Maka ia (Musa as) menemukan hamba dari hamba - hamba Kami yang kami beri padanya Rahmat dari sisi kami dan kami mengajarinya dengan ilmu dari sisi kami (Ladunniy) (65), Maka berkata padanya Musa : Bolehkah aku mengikutimu agar kau ajarkan dari kemuliaan kemuliaan yang diajarkan padamu? (66), ia (Khidir as) menjawab : engkau tak akan mampu bersabar bersamaku (67), dan bagaimana pula kau bisa bersabar pada apa - apa yang kau belum dikabarkan? (68), (Musa menjawab) engkau akan menyaksikan Insya Allah aku merupakan orang yang bersabar dan aku tak akan mengingkari urusanmu (69), berkatalah ia (khidir as) : Jika kau mengikutiku janganlah kau bertanya apapun sampai aku sendiri yang mengabarkannya padamu (70), maka mereka pun berlalu, hingga menumpang disebuah kapal dan ia (khidir as) menenggelamkannya, berkatalah (Musa as) apakah kau merusak dan menenggelamkannya untuk mencelakakan pemiliknya, sungguh kau telah berbuat kejahatan! (71), Maka berkatalah ia (Khidir as) bukankah telah kukatakan bahwa engkau sungguh tak akan bersabar bersamaku? (72), maka ia (Musa as) berkata : Jangan kau perdulikan 134 kenalilah akidahmu 2 kelupaanku, dan jangan menyulitkanmu persahabatanku denganmu (maafkan apa yang kuperbuat) (73), maka mereka berlalu hingga menjumpai seorang anak, lalu ia (Khidir as) membunuhnya, maka Musa berkata: Apakah kau membunuh manusia suci tanpa sebab yang benar..??, sungguh kau telah berbuat kejahatan!! (74), Maka berkatalah ia (Khidir as) bukankah telah kukatakan bahwa engkau sungguh tak akan bersabar bersamaku? (75), (Musa as berkata) Jika aku bertanya lagi tentang sesuatu maka jangan kau jalan bersamaku, karena aku telah berulang - ulang berbuat kesalahan (76), maka mereka berlalu hingga mereka mengunjungi sebuah perkampungan, dan mereka minta makan dan penduduk tak mau menjamu mereka, maka keduanya menemui sebuah tembok yang hampir roboh, maka ia (Khidir as) menegakkannya, maka ia berkata (Musa as) jika kau mau bisa saja kau membayar tukang untuk melakukannya (77), Berkatalah ia (khidir as) Inilah perpisahanku denganmu, akan kukabarkan padamu makna - makna yang kau tak dapat bersabar atasnya (78), Mengenai kapal itu, adalah milik orang miskin yang bekerja di lautan dan aku sengaja merusaknya, karena dihadapan mereka ada penguasa yang akan merampas semua kapal – kapal, (aku menenggelamkannya agar kapal mereka selamat dan dapat diperbaiki dan barang – barang dan hartanya selamat) (79), Mengenai anak yang kubunuh maka kedua ayah ibunya adalah orang mukmin, dan kami tak ingin ia hidup menjadi penjahat dan kufur (Sebagaimana riwayat Shahih Muslim bahwa anak itu akan tumbuh menjadi kafir dan kami menyayangi kedua orang tuanya dan tak mau mengecewakan keduanya) (80), maka Allah ingin menggantikan untuk ayah ibunya yang lebih baik bagi mereka dan suci (81), Mengenai Tembok maka milik dua anak yatim di kota dan dibawahnya terdapat harta karun milik kedua ayah ibunya dan keduanya orang yang shalih, dan Allah menginginkan agar mereka dewasa dan mengeluarkan harta itu untuk mereka kelak, inilah Rahmat dan kasih sayang pada mereka dari Tuhanmu, dan aku tidak memperbuat itu dari keinginan pribadiku, itulah makna dari apa – apa yang kau tak bisa bersabar darinya (82). (QS. Al Kahfi : 65-82). Jelaslah sudah bahwa Allah swt menguasakan kepada hamba – hambaNya beberapa hal yang tidak masuk akal dan bertentangan dengan syariah, hal ini dimunculkan oleh Allah swt bahwa itu bukan berupa kegilaan, tapi justru kehendak Allah swt dan mengandung hikmah yang kenalilah akidahmu 2 135 mendalam, dimana Allah swt mengajari Musa as bahwa tak bisa logika menjadi acuan atas segala hal, banyak hal gaib yang kelihatannya adalah kemungkaran namun justru merupakan Samudra kelembutan Allah swt. Firman Allah swt dalam hadits Qudsiy : قالَ رَسُولُ اللَِّه صَلَّى اللَُّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللََّه قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...