postingan terbaru

Loading

Selasa, 22 Maret 2011

TUGAS AKHIR PROGRAM UNIVERSITAS TERBUKA (TAP) PKP

      BAB I

PENDAHULUAN



  1. Latar Belakang Masalah
                        Merupakan suatu kenyataan yang tak dapat dibantah bahwa para
 Siswa SD  Memiliki pikiran, keinginan, harapan, kepribadian, dan sipat yang berbeda antara siswa yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan  yang paling nyata di bidang intelektual, dapat ditenggarai dengan adanya siswa yang sangat cepat, bisa – biasa saja, dan bahkan ada yangat lambat menangkap materi pelajaaran yang disampaikan oleh gurunya. Tidak hanya itu, ada siswa yang sangat mudah mengingat sesuatu, namun tidak sedikit juga para siswa yang mengalami kesulitan  jika menghapal , seperti menghapal sesuatu rumus, pengertian, teorema, ataupun dalil.
            Bayangkan jika ada siswa yang lupa suatu rumus matematika  ataupun sains yang sangat penting, tentunya siswa tersebut akan mengalammi kesulitan didalam mengerjakan soal – soal yang diberikan. Berkait dengan guru, ada guru SD suatu Mata Pelajaran dengan bisa – bisa saja, namun tidak sedikit yang  telah berusaha dengan sekuat  tenaga dan pikiran untuk membantu para siswa yang mengalami kesulitan. Setiap guru yang berpengalamanpada akhirnya akan mengetahui bagian – bagian tertentu sulit dimengerti atau diingat  sebagian besar siswanya. Pegetahuan tentang kesulitan  yang dialami siswanya ini adakanya didapat garai hasil riset atau buku yang memuat pengalaman guru lain, hasil diskusi atau seminar, namun bisa juga didapat para guru dari hasil tes siswa, pekerjaan tertulis, diskusi dengan siswa, ataupun hasil mengamati pekerjaan para siswa. Seorang guru tidak akan pernah menjadi guru yang berpengalaman jika ia tidak mau belajar dari kesalahan ataupun kesulitan yang dihadapi para siswanya. Mengapa seorang guru harus melakukan perbaikan di dalam proses pembelajaran ? hal ini telah jelas,  tentu terkait dengan tujuan yang ingin dicapai terpenuhi atau tidak. Menurut Hopkins ( 1993 ) berkaitan dengan isu – isu seputar profesionalisme, praktek di kelas, control social terhadap guru, serta kemanfaatan penelitian pendidikan. Penelitian dan perbaikan ini sebagai proses unjuk kerja seorang guru yang professional karena studi sistematik yang dilakukan terhadap diri sendiri dianggap sebagai tanda ( hallmark ) dari pekerjaan guru yang professional.
            Seperti halnya permasalahan yang dihadapi oleh siswa di sekolah  SDN Panyingkiran yang perlu adanya upaya perbaikan di dalam proses pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas, dimana dari hasil evaluasi yang diberikan untuk Mata Pelajaran Matematika tentang  Operasi hitung bilangan bulat hanya 10 % siswa yang dapat menjawab dengan benar, begitu pula untuk Mata Pelajaran IPS tentang Peninggalan sejarah yang bercorak hindu, dari beberapa pertanyaan yang diberikan masih banyak siswa yang menjawab asal saja bahkan ada siswa yang tidak di isi sama sekali, hal ini menunjukan bahwa selama  proses pembelajaran ada permasalahan yang perlu segera diperbaki untuk meningkatkan pemahaman  dan penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan tersebut melalui sebuah perbaikan dan penelitian tindakan kelas,  agar proses belajar mengajar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan bisa disebut berhasil.
            Perrbaikan ini di laksanakan dalam dua tahap Siklus perbaikan untuk Mata Pelajaran Matematika dan dua Siklus perbaikan untuk Mata Pelajaran IPS.
  1. Rumusan Masalah
    1. Identifikasi Masalah
a.       Mata Pelajaran Matematika.
      Dari setiap tes yag diberikan  tentang operasi hitung bilangan bulat dari 20 soal tes yang diberikan , serta dari jumlah siswa sebanyak 22 orang hanya 5 orang siswa yang dapat menjawab dengan benar, itupun masih ada beberapa cara penyelesaian yang perlu diperbaiki. Sedangkan siswa yang lainnya tidak bisa menjawab, adapun  ada yang menjawab itu hanya asal – asalan saja, sehingga target dari standar yang ingin dicapai tidak terpenuhi. Hal ini menunjukan adanya beberapa masalah yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung. Dan dari hasil diskusi dengan supervisor dan teman sejawat di temukan beberapa masalah diantaranya yaitui :
v  Proses pemberian dan penjelasan materi yang kurang menarik dan monoton
v  Pengambilan metode pembelajaran yang tidak tepat dengan materi yang diajarkan.
v  Tidk adanya upaya guru untuk memotivasi siswa untuk siap belajar.
v  Tidak dilibatkanya siswa selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga siswa cenderumh pasif.
         Dari masalah yang ditemukan tersebut, dan hasil diskusi dengan supervisor  di Bantu oleh teman sejawat permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimana meningkatkan pemahaman siswa      tentang operasi hitung bilangan bulat melalui metode inkuiri ? “
b.      Mata Pelajaran IPS
         Setelah melaksanakan evaluasi untuk mata pelajaran IPS materi peninggalan – peninggalan sejarah yang bercorak hindu, hampir semua siswa tidak dapat  menjawab pertanyaan atau soal – soal yang diberikan, kalaupun ada,  jawaban itu masih jauh dari yang diharapkan dan masih dibawah standar kriteria yang telah ditetapkan yaitu  65 untuk mata pelajaran IPS di kelas V. Permasalahan selama proses pembelajaran yang ditemukan diantaranya sebagai berikut :
v  Tidak adanya penggunaan media pembelajaran yang maksimal.
v  Keterangan dari materi yang disampaikan berbelit – belit.
v  Kurangnya penguasaan materi oleh guru.
v  Tidak adanya apersepsi  tentang tujuan yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran berlangsung.

            Dari permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimana meningkatkan penguasaan siswa tentang  peninggalan  sejarah yang bercorak hindu melalui media gambar?
  1. Tujuan Perbaikan.
                        Proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini bertujuan :
1.      Meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap semua materi yang diajarkan.
2.      Meningkatkan kemampuan guru supaya lebih berkualitas.
3.      Siswa dapat dan mampu untuk menjawab dan menyelesaikan berbagai soal yang  berkaitan dengan materi yang diajarkan.
  1. Manfaat Perbaikan.
      Hasil pelaksanaan perbaikan ini  yang dilakukan melalui penelitian    tindakan kelas mempunyai banyak manfaat yaitu :
1)     Bagi guru :
a)      Memotivasi guru untuk melakukan penelitian dari masalah yang muncul dari proses pembelajaran.
b)      Meningkatkan keterampilan menggunakan variasi dalam metode pembelajaran.
c)      Bahan dalam menentukan bentuk tindakan dalam proses pembelajaran guna peningkatan minat dan hasil belajar siswa.
d)     Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
e)      Melatih guru untuk memahami cara-cara melakuan penelitian Tindakan kelas supaya dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam kelas serta dapat memperbaiki pembelajaran ke arah yang lebih bermakna dan bernilai.
f)       Meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
2)   Bagi siswa :
a)  Meningkatkan makna pembelajaran yang berarti.
b)  Meningkatkan sikap dan jiwa untuk berprestasi.
c)      Meningkatkan minat dan motivasi belajar.
d)     Meningkatkan hasil belajar.
3)   Bagi Sekolah :
a) Memotivasi guru untuk melakukan PTK guna meningkatkan kompetensi profesionalismenya bagi peningkatan kualitas proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa.
b)      Memberikan dasar pijakan dalam menentukan kebijakan-kebiajakn yang mendukung pemberdayaan siswa dan peningkatan kulitas pendidikan dan pembelajaran.
c)      Memberikan landasan dan menentukan kebijakan yang akan diambil dalam meningkatkan mutu pendidikan lembaga.
d)     Memberikan gambaran tentang cara penyusunan, perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi yang tepat dalam pembelajaran.
e)      Memberikan masukan bagi lembaga tentang hasil pembelajaran yang dicapai siswa sehingga menjadi dasar untuk peningkatan mutu pendidikan di lembaga tersebut.
























BAB II

KAJIAN  PUSTAKA


A. Pengertian  Metode dan Media Pembelajaran.
            Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu metode atau cara mengajar yang efektif. Penggunaan metode mengajar harus dapat menciptakan terjadinya interaksi antara  siswa dengan siswa, maupun antara siswa dengan guru sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan sacara  maksimal. Oleh karena itu , dalam memilih dan menerapkan metode mengajar guru harus mengutamakan untuk melakukan tindakan  bagaimana caranya membelajarkan siswa supaya efektif dan maksimal dalam melakukan proses pembelajaran maupun memperoleh hasil belajar.
Ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode mengajar ini, prinsip tersebut teritama berkaitan dengan faktor perkembangan  kemampuan siswa, di antaranya sebagai berikut :
1.      Metode mengajar harus memungkinkan dapat mengembangkitkan rasa ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pelajaran.
2.      Metode mengajar harus memungkinkan dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang kreatif dalam aspek seni.
3.      Metode mengajar harus memungkinkan  siswa belajar melalui pemecahan masalah.
4.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran sesuatu.
5.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk melakukan penemuan ( inkuiri ) terhadap sesuatu topik permasalahan.
6.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa mampu menyimak.
7.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri.
8.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk belajar secara bekerja sama.
9.      Metode mengajar harus memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajar.

Prinsip – prisip tersebut  dalam prosesnya merupakan esensi dan karakteristik dari masing – masing metode mengajar.
Penggunaan metode mengajar dalam belajar ditinjau dari segi prosesnya memiliki pungsi – pungsi sebagai berikut :
1.      Sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau membentuk kompetensi siswa.
2.      Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran.
3.      Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian pembelajaran.
4.      Sebagai bahan pertimbangan  untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan pembelajaran.
B.      Faktor -faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih metode mengajar.
1.      Tujuan Pembelajaran atau Kompetensi Siswa.
      Tujuan pembelajaran atau Kompetensi yang akan dicapai  siswa merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar.
Tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui, disikapi, dan atau dilakukan sisswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
2.      Karakteristik Bahan Pelajaran / Materi Pelajaran.
3.      Waktu yang digunakan.
4.      Faktor Siswa
5.      Fasilitas, Media, dan Sumber Belajar.


C.  Jenis – jenis Metode Mengajar
      Ada banyak metode – metode yang bisa dipilih untuk digunakan dalam proses pembelajaran diantaranya yaitu :
1.      Metode Ceramah ( Lecture )
2.      Metode Diskusi
3.      Metode Simulasi
4.      Metode Demontrasi
5.      Metode Eksperimen
6.      Metode KaryaWisata
7.      Metode Pemecahan Masalah
8.      Metode Inkuiri.
D.   Metode Inkuiri
      Yang dimaksud dengan metode inkuiri : Suatu metode pembelajaran yang mengembangkan  sipat ingin tahu dan imajinasi siswa serta kemampuan  mereka mengungkapkan pemikirannya, untuk menyelidiki, dan memahami sendiri. Dengan metode ini konsep – konsep disajikan melalui  beragam cara, ada tiga tahap dalam proses pemecahan masalah melalui ikuiri yaitu :
6.      Adanya kesadaran bahwa ada masalah . Hal ini merupakan faktor yang memotivasi  siswa untuk melanjutkan merumuskan masalah.
7.      Pada tahap ini masalah dirumuskan dan timbul strategi kemungkinan pemecahannya.
8.      Pada tahap ini pertanyaan dan informasi dihubungkan dengan hipotesisi, pendekatan inkuiri mendorong siswa berpikir divergen.
E.           Manfaat dan keunggulan penggunaan metode inkuri
Ada beberapa manfaat dari metode inkuiri yaitu :
1.      Mengembangkan kemampuan berpikir secara ilmiah.
2.      Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
3.      Mempelajari bahan pelajaran yang aktuaal dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

4.      Jika dilaksanakan secara kelompok dapat mengembangkan kemampuan sosial siswa.
5      Mengoptimalkan kemampuan siswa.
F.      Media Pembelajaran.
Tingkat keefektifan pembelajaran di sekolah dasar salah satunya dipengaruhi oleh kemampuan guru menerapkan  asas kekonkritan dalam mengelola proses pembelajaran.  Maksudnya guru harus mampu menjadikan apa yang diajarkan sebagai sesuatu yang konkret ( nyata ) sehingga mudah dipahami oleh siswa. Hal ini sesuai dengan tingkat perkembangan siswa usia  sekolah dasar yang masih berada pada masa konkret. Untuk mewujudkan asas kekonkretan dalam pembelajaran di sekolah dasar dibutuhkan adanya media pembelajaran yang tepat.
Menurut Heinich, dkk ( 1993 ) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari kata “ medium “ yang secara harpiah berarti perantara, yaitu perantara sumber pesan ( a source ) dengan menerima pesan ( a receiver ). Penggunaan media dalam proses belajar akan menumbuhkan kebermaknaan belajar di mana siswa akan lebih tertarik, merasa senang, dan termotivasi untuk belajar, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap sesuati yang dipelajarinya.
Fungsi Media Pembelajaran.
1.      Media pembelajaran merupakan  bagian integral dari keseluruhan proses belajar.
2.      Media pembelajaran bukan berpungsi sebagai alat hiburan.
3.      Media pembelajaran berfungsi meningkatkan proses belajar mengajar.
4.      Media pembelajaran meletakan dasar – dasar yang konkret untuk berpikir.
Manfaat Media Pembelajaran.
1.      Membuat konkret konsep – konsep yang abstrak.
2.      Menghadirkan obyek – obyek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat kedalam lingkungan belajar.

3.      Menampilkan obyek yang  terlalu besar atau kecil.
4.      Memperlihatkan gerakan yang  terlalu cepat atau lambat.

Jenis – Jenis Media Pembelajaran.
A.    Media Visual.
      Sesuai dengan namanya media ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan indra  penglihatan, media visual ini terdiri dari atas media yang dapat  diproyeksikan ( projected visual ) dan media yang  tidak dapat diproyeksikan  ( non projected visual ).
  1. Media Visual yang Diproyeksikan ( projected visual )
            Media Visual yang dapat diproyeksikan pada dasarnya adalah media yang menggunakan alat proyeksi sehingga gambar tampak pada layar. Media ini bisa berbentuk gambar diam ( still picture  ) atau gambar  bergerak ( motion picture ).
  1. Media Visual yang tidak dapat Diproyeksikan.
            Yang termasuk kedalam Media Visual ini salah satunya adalah Gambar Fotografik, misalnya gambar tentang manusia, hewan, tempat atau objek lainya yang da kaitanya dengan isi atau bahan pembelajaran yang akan diajarkan kepada siswa.
Keuntungan yang didapat dengan menggunakan media Gambar Fotografik adalah :
a.       Dapat menterjemahkan ide / gagasan yang bersifat abstrak menjadi lebih  realistik.
b.      Banyak tersedia dalam buku – buku, majalah, koran, dan sebagainya,
c.       Mudah menggunakanya dan tidak membutuhkan peralatan lain.
d.      Tidak mahal.
e.       Dapat digunakan pada setiap tahap pembelajaran dan semua mata pelajaran / disiplin ilmu.



B.     Media Audio
            Media Audio adalah media yang  mengandung pesan dalam bentuk auditif yang  hanya dapat didengar . Jenis media ini seperti program kaset, CD audio, dan program radio.
C.     Media Audio Visual
Yaitu media yang dapat  dilihat dan didengar seperti Program Televisi.

























BAB    III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A.    Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran diadakan di SDN Panyigkiran II, Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka mulai tanggal 30 Juli 2009, 6 Agustus 2009 dan tanggal 4, 11 Agustus 2009 mata pelajaran IPA dan  IPS  adapun pelaksanaannya dalam setiap pertemuan adalah:

NO
MATA PELAJARAN
HARI / TANGGAL
PERBAIKAN
1
Matematika
 Kamis , 30 Juli  2009
Siklus I


 Kamis,  06 Agustus 2009
Siklus II
2
I P S
 Selasa,  04 Agustus 2009
Siklus I


 Selasa,  11 Agustus 2009
Siklus II

B.     Deskripsi Persiklus
a.       Pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang bertindak sebagai pengamat  adalah Ibu Nining Ratnaningsih,S.Pd Guru Kelas V SDN  Panyingkiran II  sebagai teman sejawat yang tugasnya melaksanakan pertemuan pendahuluan antara peneliti dan pengamat yang membahas tugas pengamat, instrumen dalam observasi serta proses Penelitian Tindakan Kelas  sampai selesai.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan IPA adalah sebagai   berikut:
Siklus ke I :
1.    Menyusun skenario pembelajaran atau rencana perbaikan pembelajaran
2.    Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung sarana perbaikan pembelajaran.
3.    Mempersiapkan lembar observasi.
4.    Melaksanakan perbaikan pembelajaran I, sebagai berikut:

a.    Kegiatan Awal ( 5 menit )
v  Mengkondisikan siswa kearah pembelajaran.
v  Mengadakan apersepsi dengan bertanya kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan
v  Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai.
b.      Kegiatan Inti ( 20 menit )
v  Menjelaskan cara membulatkan dengan bantuan garis bilangan dalam menaksir dan membulatkan.
v  Siswa berdiskusi tentang cara menaksir dan membulatkan operasi hitung bilangan bulat.
v  Siswa bertanya tentang materi yang belum dipahaminya.
c.       Kegiatan Akhir ( 10 menit )
v  Guru memberikan kesimpulan tentang cara menaksir dan membulatkan dalam operasi hitung , menjumlah, membagi, mengkali dan mengurangi.
v  Memberikan evaluasi
v  Tindak lanjut.
Siklus II :
            Siklus kedua dilakukan sebagai pertimbangan dari siklus pertama mengingat hasil yang ditunjukan oleh siswa belum optimal, walaupun telah menunjukan adanya peningkatan (bisa dilihat dalam pengolahan data).
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran IPA siklus ke II sebagai berikut:
1. Mempersiapkan lembar observasi (terlampir).
2. Melaksanakan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
a.  Kegiatan Awal ( 5 menit )
v  Mengkondisikan siswa kearah pembelajaran.
v  Mengadakan apersepsi dengan bertanya kepada siswa tentang materi yang akan diajarkan
v  Menyampaikan tujuan yang ingin dicapai.

b.  Kegiatan Inti ( 20 menit )
v  Menjelaskan cara membulatkan dengan bantuan garis bilangan dalam menaksir dan membulatkan.
v  Siswa berdiskusi tentang cara menaksir dan membulatkan operasi hitung bilangan bulat.
v  Siswa disuruh melaporkan hasil diskusinya sementara yang lain memperhatikan dan memberi tanggapan.
v  Siswa bertanya tentang materi yang belum dipahaminya.
c.  Kegiatan Akhir ( 10 menit )
v  Guru memberikan kesimpulan tentang cara menaksir dan membulatkan dalam operasi hitung , menjumlah, membagi, mengkali dan mengurangi.
v  Memberikan evaluasi
v  Tindak lanjut.
            Melakukan penilaian dan menghitung rata-rata nilai yang dicapai oleh seluruh siswa kelas V SDN Panyingkiran II Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka (terlampir).
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan perbaikan IPS  sebagai berikut :
Siklus I
1.    Menyusun siklus perbaikan I (terlampir)
2.    Menyiapkan media pembelajaran berupa gambar candi.
3.    Mempersiapkan lembar observasi (terlampir)
4.    Melaksankan perbaikan pembelajaran sebagai berikut :
a.  Kegiatan Awal ( 5 menit )
v  Berdoa sebelum belajar , dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa.
v  Memotivasi siswa untuk siap belajar.
v  Sebagai apersepsi guru bertanya tentang kepercayaan atau aliran nenek moyang bangsa Indonesia.

b. Kegiatan Inti ( 20 menit )
v  Siswa mengamati gambar – gambar candi diteruskan dengan diskusi.
v  Guru memberikan arahan dan bimbingan selama diskusi    berlangsung.
v  Siswa mengisi lembar LKS.
v  Guru dan siswa bersama – sama membahas LKS
c. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
v  Guru menyimpulkan materi yang diajarkan
v                  Memberikan tes.
v  Tindak lanjut / PR
.   Melakukan penilaian dan menghitung rata-rata nilai yang dicapai oleh seluruh siswa kelas V SDN Panyingkiran II Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka (terlampir).
Siklus II
Siklua kedua dilaksanakan karena siswa belum mencapai hasil optimal dalam menguasai materi pelajaran. Hal yang bisa dilihat dari hasil tes yang dilakukan pada siklus I (bila dilihat pada hasil pengolahan data)
Langkah yang digunakan dalam perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
1.    Menyusun rencana perbaikan pembelajaran siklus II.
2.    Menyiapkan media pembelajaran
3.    Mempersiapkan lembar observasi
4.   Melaksanakan perbaikan pembelajaran sebagai berikut :
a  Kegiatan Awal ( 5 menit )
v  Berdoa sebelum belajar , dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa.
v  Memotivasi siswa untuk siap belajar.
v  Sebagai apersepsi guru bertanya tentang kepercayaan atau aliran nenek moyang bangsa Indonesia.


b.Kegiatan Inti ( 20 menit )
v  Guru menjelaskan tentang salah satu peninggalan sejarah yang bercorak Hindu.
v  Melalui tanya jawab siswa diminta untuk menyebutkan benda – benda sejarah yang bercorak Hindu yang ada di berbagai daerah.
v  Siswa berdiskusi tentang candi – candi peninggalan Agama Hindu dan tradisi agamanya.
v  Siswa mengerjakan LKS yang telah disediakan.
c. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
v  Guru menyimpulkan materi yang diajarkan
v  Memberikan tes.
v  Tindak lanjut / PR
Melakukan penilaian dan menghitung rata-rata nilai yang dicapai oleh seluruh siswa kelas V SDN Panyingkiran II Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka (terlampir).















BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Per Siklus
1.      Hasil Pengolahan Data
A.    Matematika dengan Standar Kompetensi melakukan operasi hitung bilangan bulat dalam pemecahan masalah.
Observasi yang dilakukan untuk konsep  ini, ternyata banyak yang  menjawab benar tanpa ragu dengan menggunakan  metode pembelajaran Inkuiri.
Siswa yang ragu menjawab tersebut dikarenakan mereka menduga-duga dalam menjawab pertanyaan dari guru. Hasil tes dapat dilihat dalam tabel.
B.     IPS dengan standar kompetensi menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu. Budha dan Islam, kenampakan alam dan suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia.
Dari hasil obsrvasi yang dilakuan di kelas untuk konsep ini, penulis menemukan masih banyak siswa yang belum memahami gelaja alam yang terjadi.
Dari hasil pengamatan selama proses berlangsung, siswa nampak masih mengalami kesulitan dalam menunjukan pemahaman dalam materi pembelajaran .
2.      Deskripsi Temuan dan Refleksi
a.       Mata Pelajaran Matematika
Siklus I
Perbaikan pembelajaran IPA telah meningkat dilihat dari siswa yang mendapatkan nilai:
1)     Nilai 70 ada  5 siswa
2)     Nilai 80 ada 5 siswa
3)     Nilai 65 ada 6 siswa
4)     Nilai 60 ada 6 siswa
Tapi walaupun demikian masih ada siswa yang belum menguasai materi dilihat dari jumlah siswa, yakni:
1)     Nilai 60 ada  6 orang
Siklus II
Untuk mengukur kemapuan siswa, pada akhir pembelajaran dilakukan pos test dan terdapat peningkatann dilihat dari jumlah siswa yang mendapat nilai baik yakni:
1)     Nilai 70 ada 9 siswa
2)     Nilai 80 ada  6 siswa
3)     Nilai 90 ada 1 siswa
4)     Nilai 100 ada 6 siswa
            Ternyata dari kedua siklus itu mendapatkan nilai  yang baik,hal ini menunjukan bahwa proses perbaikan pembelajaran matematika berhasil, terbukti dengan hasil nilai yang melebihi standar yang telah ditetapkan yaitu 60. 

Tabel 1 
Daftar Nilai Matematika

No
Nama
Nilai
Keterangan
Awal
Siklus I
Siklus II
1
Aang Junaedi
40
60
70

2
Abdul Basit
50
60
70

3
Adi Junaedi
60
65
80

4
Agung
60
65
70

5
Dian Lusi
55
60
70

6
Mardiyah
65
80
100

7
Jamilah
60
70
100

8
M. Fahrul Anam
50
65
80

9
Najibullah
50
65
70

10
Nurman
50
60
70

11
Jujun
45
65
70

12
Rida
40
65
70

13
Risma
55
60
70

14
Yanti
60
80
100

15
Sela
60
80
100

16
Solehudin
45
60
80

17
Juhri
45
70
90

18
Agus
55
70
70

19
Salim
50
60
70

20
Nita
60
80
80

21
Deni
50
70
80

22
Salam
50
70
70


Jumlah
1155
1480
1730


Rata – rata
52.5
67.27
78.63


Persentase
52.5 %
67.27 %
78.63 %


Tabel 2
Hasil Siswa yang menguasai Materi melalui Tes
Selama Dua Siklus Perbaikan Mata Pelajaran Matematika

No
Nilai
Pelaksanaan
  I
II
1
100
-
4
2
90
-
1
3
80
5
5
4
70
5
12
5
65
6

6
60
6





Jumlah Siswa
22
22
Yang Hadir
22
22

1.  Grafik Persentase rata-rata Siswa dalam penguasaan
Materi Pelajaran IPA










b. Mata Pelajaran IPS
Siklus I
Perbaikan pelajaran IPS telah meningkat dilihat dari siwa yang mendapatkan nilai baik pada latihan, yakni:
1)     Nilai 70 ada 4 siswa
2)     Nilai 80 ada 3 siswa
3)     Nilai 90 ada  siswa
4)     Nilai 100 ada 1 siswa
5)     Nilai 65 ada 7 siswa
6)     Nilai 60 ada 8 siswa
Tapi walaupun demikian masih ada siswa yang belum menguasai materi dilihat dari jumlah siswa yang dapat nilai di bawah 70 yakni:
1)     Nilai 60 ada 8 orang
2)     Nilai 65 ada 7 orang
Siklus II
Untuk mengukur kemapuan siswa, pada akhir pembelajaran dilakukan pos test dan terdapat peningkatann dilihat dari jumlah siswa yang mendapat nilai baik yakni:
1)     Nilai 70 ada 9 siswa
2)     Nilai 80 ada 6 siswa
3)     Nilai 90 ada 1 siswa
4)     Nilai 100 ada 6 siswa
5)     Nilai 65 ada   - siswa
6)     Nilai 60 ada  - siswa
Dari dua siklus ini mencapai hasil yang sangat baik, sehingga tidak terdapat nilai 60.
Tabel 1 
Daftar Nilai IPS

No
Nama
Nilai
Keterangan
Awal
Siklus I
Siklus II
1
Aang Junaedi
50
60
70

2
Abdul Basit
50
60
70

3
Adi Junaedi
60
65
80

4
Agung
60
65
70

5
Dian Lusi
60
60
70

6
Mardiyah
65
80
100

7
Jamilah
60
70
100

8
M. Fahrul Anam
50
65
80

9
Najibullah
50
65
70

10
Nurman
50
60
70

11
Jujun
40
65
100

12
Rida
40
65
70

13
Risma
55
60
70

14
Yanti
60
80
100

15
Sela
60
80
100

16
Solehudin
50
60
80

17
Juhri
50
70
90

18
Agus
60
100
100

19
Salim
50
60
70

20
Nita
60
60
80

21
Deni
50
70
80

22
Salam
50
60
70


Jumlah
1170
1610
1790


Rata – rata
53.18
73.18
81.36


Persentase
53.18 %
73.18 %
81.36 %

Tabel 2
Hasil Siswa yang menguasai Materi melalui Tes
Selama Dua Siklus Perbaikan Mata IPS

No
Nilai
Pelaksanaan
  I
II
1
100
1
6
2
80
3
6
3
70
4
9
4
65
7
-
5
60
8
-
6
90

1




Jumlah Siswa
22
22
Yang Hadir
22
22



1.  Grafik Persentase rata-rata Siswa dalam penguasaan
Materi Pelajaran IPS










B.  Pembahasan  dari setiap siklus
a.       Mata Pelajaran Matematika
Siklus I
Bedasarkan temuan dari proses pembelajaran mengalami kemajuan, artinya program perbaikan memiliki pengaruh sangat positif. Pada siklus pertama mata pelajaran matematika dengan rata-rata 67,27 ada kenaikan sebesar 14,7 % dari nilai awal sebelum proses perbaikan dilaksanakan yaitu 52,5. Peningkatan ini terjadi karena beberapa masalah yang  terjadi dalam proses pembelajaran sudah dapat diperbaiki diantaranya yaitu ;
1.      Siswa sudah meningkat motivasi belajarnya
2.      Proses pembelajaran yang sudah  tidak monoton lagi
3.      Kreatifitas guru dalam mengelola  dan mengorganisasikan kelas sudah berhasil.

Siklus II. 
            Dari hasil proses perbaikan pembelajaran siklus I , yang menjadi dasar untuk proses perbaikan pada tahap siklus  II, dari, beberapa masalah yang belum teratasi pada siklus I , maka pada siklus ini dipokuskan untuk memperbaiki kekurangan pada proses pembelajaran tersebut. Sehingga setelah dilaksanakan evaluasi sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran sudah dapat dilihat dengan kenaikan nilai yang cukup segnifikan yaitu 26,1 % dari nilai awal dan ada kenaikan sebesar  10,9 % dari nilai siklus II Hal ini terjadi karena :
1.      Pada siklus II ini hampir semua permasalahan yang terjadi pada proses pembelajan awal maupun siklus ke I sudah bisa diperbaiki dengan maksimal
2.      Guru sudah bisa mengoreksi dan mereflesikan berbagai masalah yang terjadi dalam pembelajaran , sehinnga tumbuh semangat untuk memperbaiki proses pembelajaran kearah  yang lebih  baik dengan upaya dan usaha yang melibatkan berbagai unsur baik ekstrinsik maupun intrinsik.
b.      Mata Pelajaran IPS
Siklus I
   Pada mata pelajaran IPS siklus pertama  sudah terlihat adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dari nilai awal sebelum proses perbaikan pembelajaran dilaksanakan nilai rata – rata kelas yang diperoleh yaitu : 53,18. Setelah proses perbaikan dilaksanakan nilai meningkat menjadi 73,18 sehingga ada kenaikan sebesar 20 % dari nilai awal tersebut hal ini terjadi karena:
1.      Proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah terpadu dalam arti telah melibatkan berbagai unsur untuk kegiatan belajar yang  aktif , kreatif dan mandiri.
2.      Siswa sudah tidak dijadikan obyek pembelajaran tetapi sudah menjadi pelaku dari proses pembelajaran itu sendiri.
3.      Proses belajar sudah dikemas dengan metode yang tepat sehingga pembelajaran lebih menarik minat  dan keinginan siswa untuk belajar.
4.      Permasalahan – permasalahan yang  terjadi dalam proses pembelajaran siklus I sudah dapat diperbaiki dengan upaya yang maksimal.
Siklus II
Hasil dari pelaksanaan perbaikan pada siklus II ini jauh lebih baik dari siklus sebelumnya , dari nilai awal sebesar 53,18 meningkat tajam menjadi 81,36 ada kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 28,2  % dan dari siklus ke I meningkat sebesar 8,2 % hal ini menunjukan kemampuan dan penguasaab siswa terhadap materi yang  diajarkan sudah dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa dengan baik sekali.Hal ini terjadi karena :
1.  Pada siklus II ini hampir semua permasalahan yang terjadi pada proses pembelajan awal maupun siklus ke I sudah bisa diperbaiki dengan maksimal
2.  Guru sudah bisa mengoreksi dan mereflesikan berbagai masalah yang terjadi dalam pembelajaran , sehingga tumbuh semangat untuk memperbaiki proses pembelajaran kearah  yang lebih  baik dengan upaya dan usaha yang melibatkan berbagai unsur baik ekstrinsik maupun intrinsik.
3. Proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah terpadu dalam arti telah melibatkan berbagai unsur untuk kegiatan belajar yang  aktif , kreatif dan mandiri.
 4. Siswa sudah tidak dijadikan obyek pembelajaran tetapi sudah menjadi pelaku dari proses pembelajaran itu sendiri.
          5. Proses belajar sudah dikemas dengan metode yang tepat sehingga     pembelajaran lebih menarik minat  dan keinginan siswa untuk belajar



















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
      Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan perbaikan pembelajaran ini adalah :
3.      Dengan Metode yang tepat, pembelajaran semakin meningkat hal ini terbukti pada siklus pertama mata pelajaran matematika, rata-rata siklus I 67,27 siklus kedua rata-rata 78,63 ini membuktikan ada peningkatan.  Begitu juga pada mata pelajaran IPS dari siklus pertama sampai siklus kedua memperoleh peningkatan nilai.Siklus I adalah  78,18. Siklus II adalah 81,36
4.      Metode yang tepat dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar. Begitu pula penggunaan media gambar yang tepat akan meningkatkan prestasi dan penguasaan materi pelajaran IPS.
5.      Siswa lebih mudah menguasai dan memahami konsep – konsep materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran nyata, yang dikenal siswa dalam kehidupan sehari – hari.
6.      Dengan pendekatan Inkuiri, siswa merasa tertantang untuk melakukan kegiatan – kegiatan dalam pembelajaran, sehingga ditemukan hal – hal baru yang lebih meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang diajarkan.


B.     Saran
Saran-saran yang harus ditindak lanjuti setelah kesimpulan disampaikan yakni:
1.      Guru harus memahami Penelitian Tindakan Kelas  supaya mampu mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam kelas.
2.      Untuk mencari dan merumuskan masalah yang terjadi hambatan dalam pembelajaran, maka sebaiknya guru mencatat hasil temuan yang perlu dikaji selama proses belajar mengajar.
3.      Perlu adanya koordinasi yang baik dengan rekan sejawat untuk menerencanakan tindakan kelas, walaupun keputusan akhir ada pada guru sendiri.
4.      Perlu konsep yang matang dalam penulisan laporan sehingga dapat memperoleh bahan laporan yang rinci.
5.      Perlu adanya kelompok kerja guru ( KKG ) sebagai tempat untuk tukar pengalaman, berbagi kemampuan dan perencanaan – perencanaan perbaikan pembelajaran.
6.      Untuk meningkatkan kualitas guru, hendaknya guru tidak pernah berhenti belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran.
7.      Pihak sekolah harus menyebarkan hasil dari proses perbaikan ini kepada guru yang lainya, sehingga penelitian bisa lebih bermanfaat untuk kemajuan di dunia pendidikan khususnya dalam bidang mengajar.


DAFTAR PUSTAKA

Kurikulum KTSP ( 2006 ) untuk SD.  Mata Pelajaran Matematika Kelas V.  Jakarta  : Depdiknas

Kurikulum KTSP ( 2006 ) untuk SD. Mata Pelajaran IPS Kelas V. Jakarta :
Depdiknas.

Nita Suherneti, Belajar IPS untuk SD Kelas V. PT.  Sarana Panca Karya Nusa,
Bandung.

E. Kuraesin, Belajar Matematika untuk SD Kelas V. PT.  Sarana Panca                 Karya Nusa. Bandung

Syamsudin, Abin, Budiman, Nandang ( 2006 ) Profesi Keguruan.                    Buku Materi Pokok. Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K.Wihardit. K. Nasution. N ( 2006 ) Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta : Universitas Terbuka.

Wardani, I.G.A.K. Julaeha. S.  Marsunah.. N ( 2007 ) Pemantapan Kemampuan Profesional. Buku Materi Pokok. Jakarta : Universitas Terbuka.

Hera Lestari, Agus Taufik, ( 2007 ) Pendidikan Anak di SD. Buku Materi Pokok.
Jakarta : Universitas Terbuka.

Nursid Sumaatmaja, dkk. ( 2008 ) Konsep Dasar IPS. Jakarta:                 Universitas Terbuka.

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...