BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah.
Keberhasilan pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan professional guru maka, diharapkan guru dapat memilih strategi atau metode mengajar yang sesuai dengan kejelasan tuntutan kompetensi – kompetensi yang dibutuhkan oleh siswa sehingga memungkinkan guru dapat melakukan penilaian tentang apakah sebuah kompetensi yang diperlukan benar – benar telah dimiliki siswa atau belum, melalui standar – standar penilaian kompetensi yang bersifat continuous comprehensive evalution in the classroom yang telah ditetapkan. Strategi pembelajaran mengadung pengertian suatu strategi yang meliputi pendekatan, prosedur, metode, model, dan teknik yang digunakan dalam menyajikan bahan atau materi pelajaran ( Sudjana, 1998 ).
Strategi atau model pembelajaran yang tepat akan sangat membantu guru untuk bisa menyampaikan materi pembelajaran yang mudah dipahami dan dimengerti siswa. Karena tinggi rendahnya kadar aktifitas belajar siswa banyak dipengaruhi oleh strategi atau model pembelajaran yang tepat.
Di sinilah peran guru harus mampu membuat suatu scenario pembelajaran yang pas sesuai dengan karakteristik dan kemampuan siswa. Implikasinya bahan pelajaran, metode, dan model pembelajaran harus menjadi perhatian utama di dalam kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Seperti permasalahan yang dihadapi oleh siswa kelas 3 SDN Jatiraga I, untuk mata pelajaran matematika, tentang pecahan sederhana, dan mata pelajaran IPS tentang mengenal jenis – jenis pekerjaan, dari jumlah siswa sebanyak 25 orang yang mengikuti tes akhir sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan mengajar, 70 % siswa belum bisa memahami dan mengerti tentang materi yang telah diajarkan, sehingga proses belajar tersebut belum bisa dikatakan berhasil.
Hal tersebut di atas disebabkan oleh proses belajar yang kurang menarik minat dan motivasi siswa untuk belajar, serta pemilihan metode dan model pembelajaran yang tidak tepat. Sehingga perlu adanya perbaikan pembelajaran agar tingkat pemahaman siswa dan penguasaan siswa terhadap materi yang sedang diajarkan bisa dipahami dengan baik oleh siswa.
Dan dalam proses perbaikan ini peneliti membagi dalam 2 siklus perbaikan untuk mata pelajaran matematika dan 2 siklus perbaikan untuk mata pelajaran IPS
- Rumusan Masalah
· Identifikasi Masalah
a. Mata Pelajaran Matematika
Setiap ulangan matematika sebagian besar siswa memperoleh nilai di bawah standar rata – rata yang diinginkan, khususnya tentang materi pecahan sederhana , siswa mengalami kesulitan dalam memehami konsep tersebut. Selama proses belajar berlangsung siswa tampak ragu – ragu dan bingung, sehingga soal yang diberikan tidak bisa dikerjakan dengan benar. Dari hasil tes tersebut hanya ada 6 orang siswa yang dapat menjawab dengan benar, sedang yang lainya belum bisa menjawab. Dan dari hasil diskusi dengan supervisor serta teman sejawat ada beberapa maslah yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung yaitu ;
- Siswa kebanyakan tidak mengerti dengan penjelasan guru.
- Siswa merasa bosan dan tidak termotivasi untuk belajar.
- Aktifitas siswa selama belajar sangat kurang
- Kontrol kelas yang tidak baik.
Dari masalah – masalah tersebut peneliti merumuskanya seagai berikut
“ Bagaimana menigkatkan pemahaman siswa tentang pecahan sederhana melalui metode pemecahan masalah untuk mata pelajaran matematika ?”
b. Mata Pelajaran IPS
Setelah melakukan evaluasi, mata pelajaran IPS tentang mengenal jenis – jenis pekerjaan, sebagian siswa memperoleh nilai kurang dari 60, kalaupun ada yang bisa menjawab itupun sebatas perkiraan semata.
Dan dari hasil diskusi dengan supervisor serta teman sejawat ditemukan beberapa masalah yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung yaitu :
- Penjelasan yang terlalu singkat
- Tidak adanya media pembelajaran yang memadai
- Kurangnya perhatian siswa selama belajar berlangsung.
Dari masalah tersebut peneliti merumuskanya sebagai berikut :
“ Bagaimana meningkatkan penguasaan siswa terhadap mata pelajaran IPS , tentan mengenal jenis – jenis pekerjaan, melalui penerapan model pembelajaran role playing?”
- Tujuan Perbaikan
Tujuan yang ingin dicapai dari proses perbaikan pembelajaran ini adalah :
1. Meningkatkan kemampuan dan pemahaman siswa tentang pecahan sederhana
2. Meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi mengenal jenis – jenis pekerjaan.
3. Meningkatkan kemampuan guru dalam bidang mengajar
4. Menciptakan pembelajaran yang aktif dan interaktif.
- Manfaat Perbaikan.
Dari hasil proses perbaikan pembelajaran ini dapat diambil beberapa manfaat yaitu :
a. Bagi Guru
· Meningkatkan kemampuan guru untuk lebih professional.
· Sebagai alternative untuk dapat memperbaiki kinerja guru sebagai pendidik dan pengajar.
· Sebagai acuan dan perbandingan bagi peneliti untuk mengambil tindakan dalam menangani masalah yang serupa atau sama.
· Sebagai sumber bagi peneliti lain atau peneliti yang sama dalam memperoleh inspirasi untuk melakukan penelitian yang lainnya.
· Sebagai bahan agar orang lain atau peneliti lain dapat memberikan kritik dan saran terhadap penelitian yang dilakukan.
b. Bagi Siswa
· Meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan.
· Menciptakan situasi dan kondisi pembelajaran yang menarik , kondusif dan interraktif.
c. Bagi Sekolah
· Meningkatkan keberhasilan dalam pembelajaran khususnya di Sekolah Dasar umumnya untuk dunia pendidikan.
· Pencapaian standar Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM ) yang telah ditetapkan sekolah.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
- Pengertian Model dan Metode Pembelajaran.
Keberhasilan semua siswa merupakan kebahagian tersendiri bagi seorang guru, Namun kadang kala dalam setiap tes tidak semua siswa dapat menjawab pertanyaan yang diberikan, ada yang cepat dan ada yang lambat dalam menangkap dan menerima pelajaran hal ini salah satunya adalah peran dari seorang guru. Guru seyogyanya harus mampu dan bisa untuk melihat dan memilih model maupun metode yang tepat sebagai jalan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Guru yang bijaksana akan mengatur perbendaharaan strategi yang tepat untuk menghadapi macam masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran baik model maupun metode yang akan digunakan.
Model Pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistimatis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan.
(Udin Saripudin, 1994 ; 78 ) beberapa contoh model pembelajaran diantaranya adalah : Model Lecturing, Model Role Playing, Model VCT, Model Inkuiri, dan lain – lain.
Metode pembelajaran adalah cara dalam menyajikan atau menguraikan materi, memberi contog dan latihan, isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Beberapa contoh metode pembelajaran diantaranya adalah : Metode Problem Solving atau Pemecahan masalah, Metode ceramah, Metode diskusi, Metode Studi Kasus dan lain – lain.
- Karakteristik
Metode pemecahan masalah merupakan suatu metode ilmiah yang digunakan dalam proses pembelajaran. Metode ini sesuai jika digunakan pada siswa sekolah dasar . Cenderung pendekatan induktif yang digunakan dalam proses pemecahan masalah, siswa belajar mulai dari hal – hal yang khusus pada konsep umum.
- Prosedur.
Prosedur metode pemecahan masalah dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Merumuskan dan membatasi masalah.
b. Merumuskan dugaan dan pertanyaan
c. Mengumpulkan data dan mengolah data.
d. Membuktikan atau menjawab pertanyaan.
e. Merumuskan kesimpulan.
- Prasyarat dalam menggunakan metode pemecahan masalah
a. Mampu membimbing siswa
b. Menguasai konsep.
c. Mampu mengelola kelas
d. Mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif.
e. Mampu memberikan penilaian secara proses.
- Manfaat Metode Pemecahan Masalah.
a. Mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah para siswa.
b. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
c. Mempelajari bahan pelajaran yang actual dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
d. Mengoptimalkan kemampuan siswa.
e. Jika dilaksanakan secara kelompok dapat mengembangkan kemampuan sosial siswa.
- Prosedur Metode Role Playing
a. Menetapkan topic
b. Simulasi diawali dengan petunjuk dari guru tentang teknik, dan prosedur.
c. Menetapkan kelompok.
- Prasyarat dalam menggunakan metode Role Playing.
a. Mampu membimbing siswa.
b. Mampu memberikan ilustrasi
c. Mampu menguasai peran
d. Mampu mengamati secara proses.
- Manfaat Metode Role Playing.
a. Siswa menjadi pelaku dalam proses pembelajaran berlangsung.
b Siswa dibawa kearah pembelajaran yang menarik sesuai dengan tingkat perkembanganya.
c Siswa menjadi aktif dan interaktif, karena siswa tidak dijadikan objek dalam proses belajar.
d. Adanya kerjasama yang baik antara siswa dengan siswa, maupan guru dengan siswa sehingga terjadi proses timbal balik yang harmonis yang menjadikan proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran diadakan di SDN Jatiraga I, Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka mulai tanggal 30 Juli 2009, 6 Agustus 2009 dan tanggal 4, 11 Agustus 2009 mata pelajaran Matematika dan IPS adapun pelaksanaannya dalam setiap pertemuan adalah:
| NO | MATA PELAJARAN | HARI / TANGGAL | PERBAIKAN |
| 1 | Matematika | Kamis , 30 Juli 2009 | Siklus I |
| | | Kamis, 06 Agustus 2009 | Siklus II |
| 2 | I P S | Selasa, 04 Agustus 2009 | Siklus I |
| | | Selasa, 11 Agustus 2009 | Siklus II |
B. Deskripsi Persiklus
a. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang bertindak sebagai pengamat adalah Ibu N.Dedah Kartini.K,S.Pd Guru Kelas III SDN Jatiraga I sebagai teman sejawat yang tugasnya melaksanakan pertemuan pendahuluan antara peneliti dan pengamat yang membahas tugas pengamat, instrumen dalam observasi serta proses Penelitian Tindakan Kelas sampai selesai.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan Matematika adalah sebagai berikut:
Siklus ke I :
1. Menyusun skenario pembelajaran atau rencana perbaikan pembelajaran
2. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung sarana perbaikan pembelajaran.
3. Mempersiapkan lembar observasi.
4. Melaksanakan perbaikan pembelajaran I, sebagai berikut:
Siklus I
a. Kegiatan Awal ( 5 menit )
Ø Mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
Ø Memotivasi siswa untuk siap belajar
Ø Mengadakan apersepsi tentang materi yang akan diajarkan
Ø Menyampaikan tujuan dari pembelajaran.
b. Kegiatan Inti ( 20 menit )
Ø Guru menyajikan gambar yang telah dibagi menjadi beberapa bagian.
Ø Guru menuliskan lambang pecahannya
Ø Siswa membilang dengan kata – kata.
Ø Guru memberikan kesempatan bertanya tentang materi yang belum dipahami.
Ø Siswa mengerjakan lembar LKS dengan berkelompok
Ø Guru dan siswa membahas lembar LKS
c. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
Ø Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang diajarkan
Ø Guru menyimpulkan materi yang telah diajarkan
Ø Pemberian tindak lanjut./ PR
Siklus II :
Siklus kedua dilakukan sebagai pertimbangan dari siklus pertama mengingat hasil yang ditunjukan oleh siswa belum optimal, walaupun telah menunjukan adanya peningkatan (bisa dilihat dalam pengolahan data).
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran Matematika siklus ke II sebagai berikut:
1. Mempersiapkan lembar observasi (terlampir).
2. Melaksanakan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
a. Kegiatan Awal ( 5 menit )
Ø Mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
Ø Memotivasi siswa untuk siap belajar
Ø Mengadakan apersepsi tentang materi yang akan diajarkan
Ø Menyampaikan tujuan dari pembelajaran.
b. Kegiatan Inti ( 20 menit )
Ø Guru menyajikan gambar lingkaran yang telah dibagi menjadi beberapa bagian.
Ø Guru menuliskan lambang pecahannya
Ø Siswa membilang dengan kata – kata.
Ø Guru memberikan kesempatan bertanya tentang materi yang belum dipahami.
Ø Siswa mengerjakan lembar LKS dengan berkelompok
Ø Guru dan siswa membahas lembar LKS
c. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
Ø Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang diajarkan
Ø Guru menyimpulkan materi yang telah diajarkan
Ø Pemberian tindak lanjut./ PR
Melakukan penilaian dan menghitung rata-rata nilai yang dicapai oleh seluruh siswa kelas III SDN Jatiraga I Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka (terlampir).
Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam melaksanakan perbaikan IPS sebagai berikut :
Siklus I
1. Menyusun siklus perbaikan I (terlampir)
2. Menyiapkan media pembelajaran berupa gambar candi.
3. Mempersiapkan lembar observasi (terlampir)
4. Melaksankan perbaikan pembelajaran sebagai berikut :
1. Kegiatan Awal ( 5 menit )
Ø Mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
Ø Memotivasi siswa untuk siap belajar
Ø Mengadakan apersepsi tentang materi yang akan diajarkan
Ø Menyampaikan tujuan dari pembelajaran.
2. Kegiatan Inti ( 20 menit )
Ø Guru menjelaskan tentang jenis – jenis pekerjaan baik yang menghasilkan barang / jasa.
Ø Siswa berdiskusi untuk mengelompokan jenis – jenis pekerjaan yang ada di sekitar sekolah / rumah
Ø Guru memberikan kesempatan bertanya tentang materi yang sedang diajarkan
Ø Siswa dengan siswa saling melaporkan hasil diskusinya
Ø Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan
3. Kegiatan Akhir ( 10 menit )
Ø Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang telah diajarkan
Ø Guru memberikan tes
Ø Pemberian tindak lanjut.
. Melakukan penilaian dan menghitung rata-rata nilai yang dicapai oleh seluruh siswa kelas III SDN Jatiraga I Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka (terlampir).
Siklus II
Siklua kedua dilaksanakan karena siswa belum mencapai hasil optimal dalam menguasai materi pelajaran. Hal yang bisa dilihat dari hasil tes yang dilakukan pada siklus I (bila dilihat pada hasil pengolahan data)
Langkah yang digunakan dalam perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
Menyusun rencana perbaikan pembelajaran siklus II.
Menyiapkan media pembelajaran
Mempersiapkan lembar observasi
4 Melaksanakan perbaikan pembelajaran sebagai berikut :
1. Kegiatan Awal ( 5 menit )
Ø Mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model dan alat peraga
Ø Memotivasi siswa untuk siap belajar
Ø Mengadakan apersepsi tentang materi yang akan diajarkan
Ø Menyampaikan tujuan dari pembelajaran.
2. Kegiatan Inti ( 20 menit )
Ø Guru menjelaskan tentang jenis – jenis pekerjaan baik yang menghasilkan barang / jasa.
Ø Siswa berdiskusi untuk mengelompokan jenis – jenis pekerjaan yang ada di sekitar sekolah / rumah
Ø Guru memberikan kesempatan bertanya tentang materi yang sedang diajarkan
Ø Siswa dengan siswa saling melaporkan hasil diskusinya
Ø Guru dan siswa menyimpulkan materi yang telah diajarkan
3 Kegiatan Akhir ( 10 menit )
Ø Guru mengajukan pertanyaan sekitar materi yang telah diajarkan
Ø Guru memberikan tes
Ø Pemberian tindak lanjut.
Melakukan penilaian dan menghitung rata-rata nilai yang dicapai oleh seluruh siswa kelas III SDN Jatiraga I Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka .
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Per Siklus
1. Hasil Pengolahan Data
b. Matematika dengan Standar Kompetensi Memahami pecahan sederhana dan penggunaanya dalam pemecahan masalah.
Observasi yang dilakukan untuk konsep ini, ternyata banyak yang menjawab benar tanpa ragu dengan menggunakan metode pembelajaran Pemecahan sederhana.
Siswa yang ragu menjawab tersebut dikarenakan mereka menduga-duga dalam menjawab pertanyaan dari guru. Hasil tes dapat dilihat dalam tabel.
B. IPS dengan standar kompetensi Mengenala jenis – jenis pekerjaan yang ada di sekitar rumah dan sekolah.
Dari hasil obsrvasi yang dilakuan di kelas untuk konsep ini, penulis menemukan masih banyak siswa yang belum memahami gelaja alam yang terjadi.
Dari hasil pengamatan selama proses berlangsung, siswa nampak masih mengalami kesulitan dalam menunjukan pemahaman dalam materi pembelajaran .
1. Deskripsi Temuan dan Refleksi
c. Mata Pelajaran Matematika
Siklus I
Perbaikan pembelajaran Matematika telah meningkat dilihat dari siswa yang mendapatkan nilai:
1) Nilai 70 ada 5 siswa
2) Nilai 80 ada 5 siswa
3) Nilai 65 ada 6 siswa
4) Nilai 60 ada 6 siswa
Tapi walaupun demikian masih ada siswa yang belum menguasai materi dilihat dari jumlah siswa, yakni:
1) Nilai 60 ada 6 orang
Siklus II
Untuk mengukur kemapuan siswa, pada akhir pembelajaran dilakukan pos test dan terdapat peningkatann dilihat dari jumlah siswa yang mendapat nilai baik yakni:
1) Nilai 70 ada 9 siswa
2) Nilai 80 ada 6 siswa
3) Nilai 90 ada 1 siswa
4) Nilai 100 ada 6 siswa
Ternyata dari kedua siklus itu mendapatkan nilai yang baik,hal ini menunjukan bahwa proses perbaikan pembelajaran matematika berhasil, terbukti dengan hasil nilai yang melebihi standar yang telah ditetapkan yaitu 60.
Tabel 1
Daftar Nilai Matematika
| No | Nama | Nilai | Keterangan | ||
| Awal | Siklus I | Siklus II | |||
| 1 | Sabrina | 40 | 60 | 70 | |
| 2 | Salim | 50 | 60 | 70 | |
| 3 | Juned | 60 | 65 | 80 | |
| 4 | Agung | 60 | 65 | 70 | |
| 5 | Eha | 55 | 60 | 70 | |
| 6 | Wati | 65 | 80 | 100 | |
| 7 | Jamilah | 60 | 70 | 100 | |
| 8 | M. Fahrul Anam | 50 | 65 | 80 | |
| 9 | Najibullah | 50 | 65 | 70 | |
| 10 | Nurman | 50 | 60 | 70 | |
| 11 | Jujun | 45 | 65 | 70 | |
| 12 | Rida | 40 | 65 | 70 | |
| 13 | Risma | 55 | 60 | 70 | |
| 14 | Yanti | 60 | 80 | 100 | |
| 15 | Sela | 60 | 80 | 100 | |
| 16 | Solehudin | 45 | 60 | 80 | |
| 17 | Juhri | 45 | 70 | 90 | |
| 18 | Agus barri | 55 | 70 | 70 | |
| 19 | Salim Budiman | 50 | 60 | 70 | |
| 20 | Nitakomala | 60 | 80 | 80 | |
| 21 | Sisi | 50 | 70 | 80 | |
| 22 | Sahrun | 50 | 70 | 70 | |
| | Jumlah | 1155 | 1480 | 1730 | |
| | Rata – rata | 52.5 | 67.27 | 78.63 | |
| | Persentase | 52.5 % | 67.27 % | 78.63 % | |
Tabel 2
Hasil Siswa yang menguasai Materi melalui Tes
Selama Dua Siklus Perbaikan Mata Pelajaran Matematika
| No | Nilai | Pelaksanaan | |
| I | II | ||
| 1 | 100 | - | 4 |
| 2 | 90 | - | 1 |
| 3 | 80 | 5 | 5 |
| 4 | 70 | 5 | 12 |
| 5 | 65 | 6 | |
| 6 | 60 | 6 | |
| | | | |
| Jumlah Siswa | 22 | 22 | |
| Yang Hadir | 22 | 22 | |
1. Grafik Persentase rata-rata Siswa dalam penguasaan
Materi Pelajaran IPAb. Mata Pelajaran IPS
Siklus I
Perbaikan pelajaran IPS telah meningkat dilihat dari siwa yang mendapatkan nilai baik pada latihan, yakni:
1) Nilai 70 ada 4 siswa
2) Nilai 80 ada 3 siswa
3) Nilai 90 ada siswa
4) Nilai 100 ada 1 siswa
5) Nilai 65 ada 7 siswa
6) Nilai 60 ada 8 siswa
Tapi walaupun demikian masih ada siswa yang belum menguasai materi dilihat dari jumlah siswa yang dapat nilai di bawah 70 yakni:
1) Nilai 60 ada 8 orang
2) Nilai 65 ada 7 orang
Siklus II
Untuk mengukur kemapuan siswa, pada akhir pembelajaran dilakukan pos test dan terdapat peningkatann dilihat dari jumlah siswa yang mendapat nilai baik yakni:
1) Nilai 70 ada 9 siswa
2) Nilai 80 ada 6 siswa
3) Nilai 90 ada 1 siswa
4) Nilai 100 ada 6 siswa
5) Nilai 65 ada - siswa
6) Nilai 60 ada - siswa
Dari dua siklus ini mencapai hasil yang sangat baik, sehingga tidak terdapat nilai 60.
Tabel 1
Daftar Nilai IPS
| No | Nama | Nilai | Keterangan | ||
| Awal | Siklus I | Siklus II | |||
| 1 | Sabrina | 50 | 60 | 70 | |
| 2 | Salim | 50 | 60 | 70 | |
| 3 | Juned | 60 | 65 | 80 | |
| 4 | Agung | 60 | 65 | 70 | |
| 5 | Eha | 60 | 60 | 70 | |
| 6 | Wati | 65 | 80 | 100 | |
| 7 | Jamilah | 60 | 70 | 100 | |
| 8 | M. Fahrul Anam | 50 | 65 | 80 | |
| 9 | Najibullah | 50 | 65 | 70 | |
| 10 | Nurman | 50 | 60 | 70 | |
| 11 | Jujun | 40 | 65 | 100 | |
| 12 | Rida | 40 | 65 | 70 | |
| 13 | Risma | 55 | 60 | 70 | |
| 14 | Yanti | 60 | 80 | 100 | |
| 15 | Sela | 60 | 80 | 100 | |
| 16 | Solehudin | 50 | 60 | 80 | |
| 17 | Juhri | 50 | 70 | 90 | |
| 18 | Agus barri | 60 | 100 | 100 | |
| 19 | Salim Budiman | 50 | 60 | 70 | |
| 20 | Nitakomala | 60 | 60 | 80 | |
| 21 | Sisi | 50 | 70 | 80 | |
| 22 | Sahrun | 50 | 60 | 70 | |
| | Jumlah | 1170 | 1610 | 1790 | |
| | Rata – rata | 53.18 | 73.18 | 81.36 | |
| | Persentase | 53.18 % | 73.18 % | 81.36 % | |
Tabel 2
Hasil Siswa yang menguasai Materi melalui Tes
Selama Dua Siklus Perbaikan Mata IPS
| No | Nilai | Pelaksanaan | |
| I | II | ||
| 1 | 100 | 1 | 6 |
| 2 | 80 | 3 | 6 |
| 3 | 70 | 4 | 9 |
| 4 | 65 | 7 | - |
| 5 | 60 | 8 | - |
| 6 | 90 | | 1 |
| | | | |
| Jumlah Siswa | 22 | 22 | |
| Yang Hadir | 22 | 22 | |
1. Grafik Persentase rata-rata Siswa dalam penguasaan
Materi Pelajaran IPS

B. Pembahasan dari setiap siklus
a. Mata Pelajaran Matematika
Siklus I
Bedasarkan temuan dari proses pembelajaran mengalami kemajuan, artinya program perbaikan memiliki pengaruh sangat positif. Pada siklus pertama mata pelajaran matematika dengan rata-rata 67,27 ada kenaikan sebesar 14,7 % dari nilai awal sebelum proses perbaikan dilaksanakan yaitu 52,5. Peningkatan ini terjadi karena beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran sudah dapat diperbaiki diantaranya yaitu ;
1. Siswa sudah meningkat motivasi belajarnya
2. Proses pembelajaran yang sudah tidak monoton lagi
3. Kreatifitas guru dalam mengelola dan mengorganisasikan kelas sudah berhasil.
Siklus II.
Dari hasil proses perbaikan pembelajaran siklus I , yang menjadi dasar untuk proses perbaikan pada tahap siklus II, dari, beberapa masalah yang belum teratasi pada siklus I , maka pada siklus ini dipokuskan untuk memperbaiki kekurangan pada proses pembelajaran tersebut. Sehingga setelah dilaksanakan evaluasi sebagai tolok ukur keberhasilan pembelajaran sudah dapat dilihat dengan kenaikan nilai yang cukup segnifikan yaitu 26,1 % dari nilai awal dan ada kenaikan sebesar 10,9 % dari nilai siklus II Hal ini terjadi karena :
1. Pada siklus II ini hampir semua permasalahan yang terjadi pada proses pembelajan awal maupun siklus ke I sudah bisa diperbaiki dengan maksimal
2. Guru sudah bisa mengoreksi dan mereflesikan berbagai masalah yang terjadi dalam pembelajaran , sehinnga tumbuh semangat untuk memperbaiki proses pembelajaran kearah yang lebih baik dengan upaya dan usaha yang melibatkan berbagai unsur baik ekstrinsik maupun intrinsik.
b. Mata Pelajaran IPS
Siklus I
Pada mata pelajaran IPS siklus pertama sudah terlihat adanya peningkatan kemampuan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dari nilai awal sebelum proses perbaikan pembelajaran dilaksanakan nilai rata – rata kelas yang diperoleh yaitu : 53,18. Setelah proses perbaikan dilaksanakan nilai meningkat menjadi 73,18 sehingga ada kenaikan sebesar 20 % dari nilai awal tersebut hal ini terjadi karena:
1. Proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah terpadu dalam arti telah melibatkan berbagai unsur untuk kegiatan belajar yang aktif , kreatif dan mandiri.
2. Siswa sudah tidak dijadikan obyek pembelajaran tetapi sudah menjadi pelaku dari proses pembelajaran itu sendiri.
3. Proses belajar sudah dikemas dengan metode yang tepat sehingga pembelajaran lebih menarik minat dan keinginan siswa untuk belajar.
4. Permasalahan – permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran siklus I sudah dapat diperbaiki dengan upaya yang maksimal.
Siklus II
Hasil dari pelaksanaan perbaikan pada siklus II ini jauh lebih baik dari siklus sebelumnya , dari nilai awal sebesar 53,18 meningkat tajam menjadi 81,36 ada kenaikan yang cukup tinggi yaitu sebesar 28,2 % dan dari siklus ke I meningkat sebesar 8,2 % hal ini menunjukan kemampuan dan penguasaab siswa terhadap materi yang diajarkan sudah dapat dipahami dan dimengerti oleh siswa dengan baik sekali.Hal ini terjadi karena :
1. Pada siklus II ini hampir semua permasalahan yang terjadi pada proses pembelajan awal maupun siklus ke I sudah bisa diperbaiki dengan maksimal
2. Guru sudah bisa mengoreksi dan mereflesikan berbagai masalah yang terjadi dalam pembelajaran , sehingga tumbuh semangat untuk memperbaiki proses pembelajaran kearah yang lebih baik dengan upaya dan usaha yang melibatkan berbagai unsur baik ekstrinsik maupun intrinsik.
3. Proses pembelajaran yang dilaksanakan sudah terpadu dalam arti telah melibatkan berbagai unsur untuk kegiatan belajar yang aktif , kreatif dan mandiri.
4. Siswa sudah tidak dijadikan obyek pembelajaran tetapi sudah menjadi pelaku dari proses pembelajaran itu sendiri.
5. Proses belajar sudah dikemas dengan metode yang tepat sehingga pembelajaran lebih menarik minat dan keinginan siswa untuk belajar
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan perbaikan pembelajaran ini adalah :
3. Dengan Metode yang tepat, pembelajaran semakin meningkat hal ini terbukti pada siklus pertama mata pelajaran matematika, rata-rata siklus I 67,27 siklus kedua rata-rata 78,63 ini membuktikan ada peningkatan. Begitu juga pada mata pelajaran IPS dari siklus pertama sampai siklus kedua memperoleh peningkatan nilai.Siklus I adalah 78,18. Siklus II adalah 81,36
4. Metode yang tepat dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar. Begitu pula penggunaan media gambar yang tepat akan meningkatkan prestasi dan penguasaan materi pelajaran IPS.
5. Siswa lebih mudah menguasai dan memahami konsep – konsep materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran nyata, yang dikenal siswa dalam kehidupan sehari – hari.
6. Dengan pendekatan Inkuiri, siswa merasa tertantang untuk melakukan kegiatan – kegiatan dalam pembelajaran, sehingga ditemukan hal – hal baru yang lebih meningkatkan pemahaman siswa pada materi yang diajarkan.
B. Saran
Saran-saran yang harus ditindak lanjuti setelah kesimpulan disampaikan yakni:
1. Guru harus memahami Penelitian Tindakan Kelas supaya mampu mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam kelas.
2. Untuk mencari dan merumuskan masalah yang terjadi hambatan dalam pembelajaran, maka sebaiknya guru mencatat hasil temuan yang perlu dikaji selama proses belajar mengajar.
3. Perlu adanya koordinasi yang baik dengan rekan sejawat untuk menerencanakan tindakan kelas, walaupun keputusan akhir ada pada guru sendiri.
4. Perlu konsep yang matang dalam penulisan laporan sehingga dapat memperoleh bahan laporan yang rinci.
5. Perlu adanya kelompok kerja guru ( KKG ) sebagai tempat untuk tukar pengalaman, berbagi kemampuan dan perencanaan – perencanaan perbaikan pembelajaran.
6. Untuk meningkatkan kualitas guru, hendaknya guru tidak pernah berhenti belajar sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan pembelajaran.
7. Pihak sekolah harus menyebarkan hasil dari proses perbaikan ini kepada guru yang lainya, sehingga penelitian bisa lebih bermanfaat untuk kemajuan di dunia pendidikan khususnya dalam bidang mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Kurikulum KTSP ( 2006 ) untuk SD. Mata Pelajaran Matematika Kelas III. Jakarta : Depdiknas
Kurikulum KTSP ( 2006 ) untuk SD. Mata Pelajaran IPS Kelas III. Jakarta :
Depdiknas.
Nita Suherneti, Belajar IPS untuk SD Kelas III. PT. Sarana Panca Karya Nusa,
Bandung.
E. Kuraesin, Belajar Matematika untuk SD Kelas III. PT. Sarana Panca Karya Nusa. Bandung
Syamsudin, Abin, Budiman, Nandang ( 2006 ) Profesi Keguruan. Buku Materi Pokok. Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardani, I.G.A.K.Wihardit. K. Nasution. N ( 2006 ) Penelitian Tindakan Kelas.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Wardani, I.G.A.K. Julaeha. S. Marsunah.. N ( 2007 ) Pemantapan Kemampuan Profesional. Buku Materi Pokok. Jakarta : Universitas Terbuka.
Hera Lestari, Agus Taufik, ( 2007 ) Pendidikan Anak di SD. Buku Materi Pokok.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Nursid Sumaatmaja, dkk. ( 2008 ) Konsep Dasar IPS. Jakarta: Universitas Terbuka.


0 komentar:
Poskan Komentar
Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...