postingan terbaru

Loading

Selasa, 22 Maret 2011

CONTOH LENGKAP TAP / PKP TUGAS AKHIR PROGRAM UT SEMESTER 10

BAB    I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah ataupun di dalam kelas berupaya untuk mencapai prestasi belajar siswa atau mencapai tujuan belajar. Karena adanya tujuan yang hendak dicapai, maka proses dalam mencapai tujuan itu harus dilakukan. Tujuan pembelajaran atau prestasi belajar yang dicapai oleh siswa paling tidak terdpaat tiga tujuan yakni kognitif, afektif dan psikomotorik sebagaimana yang diurakatn oleh E. Mulyasa (2001: 110) bahwa “ Tujuan belajar yang hendak dicapai terdiri dari tiga macam yaitu kognitif, efekrif dan psikomotorik.”  Gambar dari komprenehsif dari tiga unsur tersebut, yaitu:
1.      Domain Kognitif (Cognitif Domain)
Domain ini menyangkut prilaku berpikir dan mengetahui cara memecahkan masalah. Domain ini terdiri dari:
a.       Pengetahuan (Knowlegde) yaitu kemampuan mengungkapkan materi    yang telah dipelajari.
b.       Pemahaman (Comprehention) yaitu kemampuan memahami arti suatu bahan yang telah dipelajari.
c.       Penerapan (Aplication) yakni menggunakan  bahan yang telah dipelajari situasi nyata dalam kehidupan.
d.      Analisis (Analysis) yaitu menguraikan bahan yang telah dipelajari                  ke dalam bagian-bagian sehingga susunannya dapat dimengerti.
e.       Sintesis (Synthesis) yaitu kemampuan untuk menghinpun bagian-bagian  ke dalam suatu kesatuan/keseluruhan yang utuh.
f.        Evaluasi (Evalution) yakni kemampuan menggunakan pengetahuan untuk mengathui nilai terhadap sesuatu berdasarkan criteria tertentu.     
2.      Domain Afektif (Affective Domain)
Domain ini berkaitan dengan prilaku, nilai-nilai, interes, apresiasi seta penyesuaian perasaan social. Domain ini terdiri dari:
a.       Menerima (Receiving) yakni kemampuan dan kesediaan untuk mempertahankan sesuatu.
b.       Menanggapi (Responding)  yaitu kemampuan untuk aktif dalam kegiatan.
c.       Menghargai (Valuening) yaitu menghargai dan menerima nilai, benda dan gejala perbuatan tertentu.
d.      Mengatur (Organization) yaitu memadukan berbagai nilai yang berbeda berdasarkan suatu sistem nilai tertentu, seperti menyadari keselarasan antara hak dan kewajiban.
e.       Mengkarakteristikan (Characterization by a value Complex) yaitu memeliki system nilai yang mampu mengendalikan perbuatan dan penyelarasan prilakunya sesuai system niali tersebut.   
3.      Domain Psikomotor ( Psychomotor Domain)
Domain psikomotor adalah kemampuan yang berkaitan dengan kegiatan otot dan kegiatan fisik. Domain ini terdiri dari:
a.       Persepsi (Percption) yaitu kemampuan menggunakan indera suatu kegiatan, misalnya kerusakan mesin dengan suaranya.
b.       Kesiapan (Set) yaitu kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan, baik bersifat fisik, mental maupun emosional. 
c.       Mekanisme (Mechanisme)  yaitu kemampuan untuk memberikan respon dari apa yang telah dipelajari dengan gerakan yang mahir.
d.      Respon terbimbing (Guide Response) yaitu kemampuan untuk melaksanakan perbuatan yang ditujukan oleh orang lain, baik meniru atau mencoba.
e.       Kemahiran (Complex Overt Response) yakni kemampuan untuk menampilkan gerakan motorik dengan ketarmpialn penuh (mahir, cepat dan tepat).
f.        Adaptasi (Adaptation) yakni kemampuan untuk memodifikasi/ menyesuaikan gerakannya sesuai dengan situasi tertentu.
g.       Organisasi (Organization) yaitu kemampuan untuk menciptakan pola gerakan baru untuk mengembangkan keterampilan tertentu, misalnya gerakan tari.
Dengan kata lain ketiga tujuan tersebut dapat diartikan seabgai berikut:  Pertama, tujuan afektif yakni tujuan meningkatkan kemampuan hati atau mengolah perasaan dalam jiwa. Kedua, tujuan kognitif yakni tujuan meningkatkan kemampuan akal atau daya pikir. Ketiga, tujuan psikomotorik yakni tujuan meningkatkan kemampuan praktis atau kemampuan fisik. Tercapainya tujuan belajar menjadikan seseorang memiliki kompetensi dari hasil belajar.
Walaupun tujuan pembelajaran telah dihariskan dan dijelaskan kepada anak didik terkadang tidak tercapai tujuan belajar itu. Seperti halnya yang terjadi di SDN Jatitengah III  Kabupaten Majalengka, khususnya pada mata pelajaran IPA di kelas VI dengan satndar kompetensi energi listrik bagi IPA Indonesia pada Dalam hal ini guru berkewajiban untuk memperbaiki pembelajaranya itu, sehingga prosenya semakin meningkat dan prestasi siswa semakin meronjak naik dari nilai sebelumnya.
Upaya yang dilakuan dalam perbaikan ini dapat melalui Penelitian Tindakan Kelas, dimana proses Penelitian Tindakan Kelas mencari penyebab dan mencarikan jalan solusi dalma perbaikan pembelajaran.
Gambar diatas, sekiranya dapat dijadikan sebuah judul Penelitian Tindakan Kelas  yakni “ Meningkatkan Pemahman Siswa tentang Energi Listrik melalui metode latihan di kelas VI SDN Jatitengah III Kab. Majalengka.”    

B.     Rumusan Masalah
Penelitian Tindakan Kelas ini dirumuskan menjadi satu rumusan masalah yakni untuk pelajaran IPA  yakni:
a.       Untuk Mata pelajaran IPA
Bagaimana upaya meningktakan pemahman siswa tentang energi listrik melalui metode latihan pada pelajaran IPA?
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan perbaikan Penelitian Tindakan Kelas  yaitu:.
a.       Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang energi listrik melalaui metode latihan serta mengetahui hasil perbaikan dari Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan pada pelajaran IPA. 
D.    Manfaat Penelitian
Hasil Penelitian Tindakan Kelas memberikan manfaat yang berarti bagi penulis, siswa, guru dan sekolah. Adapun manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
1)   Bagi siswa, PTK ini diharapkan dapat :
a)      Meningkatkan makna pembelajaran yang berarti.
b)      Meningkatkan sikap dan jiwa untuk berprestasi.
c)      Meningkatkan minat dan motivasi belajar.
d)     Meningkatkan hasil belajar.
2)     Bagi guru, PTK ini diharapkan dapat :
a)      Memotivasi guru untuk melakukan penelitian dari masalah yang muncul dari proses pembelajaran.
b)      Meningkatkan keterampilan menggunakan variasi dalam metode pembelajaran.
c)      Bahan dalam menentukan bentuk tindakan dalam proses pembelajaran guna peningkatan minat dan hasil belajar siswa.
d)     Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
e)      Melatih guru untuk memahami cara-cara melakuan penelitian Tindakan kelas supaya dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di dalam kelas serta dapat memperbaiki pembelajaran ke arah yang lebih bermakna dan bernilai.
f)       Meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
g)      Menentukan tindak lanjut hasil belajar yang akan bermakna bagi siswa.
h)      Meningkatkan kerja sama yang baik antara siswa, guru dan dengan instruktur maupun dengan pihak terkait.
3)     Bagi Lembaga, hasil PTK ini diharapkan dapat :
a)      Memotivasi guru untuk melakukan PTK guna meningkatkan kompetensi profesionalismenya bagi peningkatan kualitas proses pembelajaran dan prestasi belajar siswa.
b)      Memberikan dasar pijakan dalam menentukan kebijakan-kebiajakn yang mendukung pemberdayaan siswa dan peningkatan kulitas pendidikan dan pembelajaran.
c)      Memberikan landasan dan menentukan kebijakan yang akan diambil dalam meningkatkan mutu pendidikan lembaga.
d)     Memberikan gambaran tentang cara penyusunan, perencanaan dan pelaksanaan serta evaluasi yang tepat dalam pembelajaran.
e)      Memberikan masukan bagi lembaga tentang hasil pembelajaran yang dicapai siswa sehingga menjadi dasar untuk peningkatan mutu pendidikan di lembaga tersebut.

BAB    II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Metode Pembelajaran
1)     Pengertian Metode Pembelajaran
Kedudukan metode mengajar sebagai alat komunikasi ektrinsik dalam kegiatan belajar mengajar yang berfungsi sebagai alat perangsang dari luar yang dapat membangkitkan minat belajar siswa.
Metode mengajar menurut Surachmad (1980:75) bahwa:                “Metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat mencapai tujuan, makin baik metode itu  makin baik pula dalam mencapai tujuan. Untuk menetapkan suatu metode harus disesuaikan dengan beberapa faktor, faktor utama yang menentukan adalah tujuan yang ingin dicapai”.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan  bahwa metode bukan tujuan, tetapi metode adalah alat untuk mencapai tujuan. Dalam menyampaikan struktur-struktur dan konsep-konsep kepada siswa perlu ada suatu metode penyampaian agar mereka ikut berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.

2)     Jenis-jenis Metode
Metode mengajar memeliki peranan penting untuk menciptakan proses belajar mengajar. Adapun jenis metode mengajar, sebagai berikut:
·         Metode ceramah (Lecturing method).
·         Metode meniru dan mengingat (imitation and memotiter).
·         Metode Dikte .
·         Metode Melatih (Drill).
·         Metode tanya jawab (questioning and question answer period).
·         Metode katekesmus (catekhetical method); metode tanya jawab dengan jawaba tersedia.
·         Metode Sokrates (Socrates method; pertanyaan beruntun dan logis)
·         Metode Diskusi.
·         Metode Prileksi (Prelerctiaon method); mengananalisi dan menambil kesimpulan.
·         Metode Demontrasi dan ekperimen.
·         Metode Pemberian tugas dan resitasi.
·         Metode Herbat ( menghubungkan tanggapan).
·         Metode problem solving.
·         Metode Proyek.
·         Metode Unit ( The Unit plan) ; guru dan siswa mentukan materi yang akan dipelajari.
·         Metode Kerja Kelompok.
·         Metode sosiodrama dan Peran.
·         Metode Perkunjungan studi.
·         Metode panel.
·         Metode sismposium.
·         Metode musyawarah.
·         Metode seminar.
·         Metode forum
·         Metode mengajar beregu.
·         Metode mangajar Berprograma (Karo-karo, 1975:12)

Keberhasilan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh kemampuan guru dalam membuat perencanaan pengajaran. “ Rencana pengajaran merupakan rumusan perkiraan tentag apa yang akan dilakukn oleh guru maupun siswa dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu”. (Ali, 1989:73).
Perencanaan sistem pembelajaran terhadap apa yang hendak dicapai dalam suatu proses pembelajaran serta bagaimana upaya mencapainya. Rmusan tentang apa yang hendak  dicapai merupakan rumusan tujuan, sedangkan upaya untuk mencapai tujuan merupakan perencanaan seluruh komponen sistem mengacu kepada tujuan. Oleh karena itu perencanaan sistem pembelajaran mencakup perencanaan terhadap:
·         Tujuan yang hendak dicapai.
·         Bahan pelajaran yang sejharusnya dipelajari siswa agar dapat mencpai tujuan.
·         Metode belajara dan mengajar yang dIPA    ndang efektif untuk mengantarkan siswa mencapai tujuan.
·         Alat-alat pelajaran yang sesuai untuk membantu proses pemcapaian tujuan.
·         Evaluasi yang dilaksanakan untuk menilai keberhaislan upaya pencpaina tujuan. (Ali,1989:74).

B.     Metode  Latihan
Metode  atau yang sering kita sebut cara untuk merncapai tujuan. Wahyu (1997) berpendapat bahwa “metode adfalah daya upaya siasat atau usahausaha khusus yang digunakan untuk mencapai tujuan langsung”.
Dalam Kamus Besar bahasa Indonesia disebutkan “ Cara yang sistematis dalam mengrjakan sesutau”. Jadi dapat disimpulkans ecara sederhana bahwa metode itu adalah cara sistematis yang telah dirumuskan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.”
Metode latihan adalah kegiatan belajar mengajar secara teratur dan berulang-ualng dengan maksud membatu untuk menguasai keterampilan, kemahiran dan ketangkasan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994) menyatakan bahwa Metode adalah “pelajaran untuk membiasakan atau memperoleh sesuatu kecapakan yang terjadi dalam suasana proses belajar mengajar yang telah dirancang sebelumnya.”  
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan., begitu pula dengan Metode latihan ini.
  1. Kelebihan Metode Latihan
a.       Pembentukan kebiasaan yang dilakan dengan menggunakan metode ini akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan mengajar.
b.      Pemantapan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak kosentrasi dalam pelaksanaannya.
c.       Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit menjadi lebih otomatis.
d.      Pusat pembelajaran terpusat pada siswa sedangkan guru hanya mengawasi dan emmbimbing.
  1. Kelemahan Metode Latihan
a.       Membuat siswa jenuh karena materia pembelajaran akan diulang-ulang baik dalma soal atau lainnya.
b.      Membuat siswa kurang berkreativitas karena yang dibahas dalam pembelajaran hanya itu-itu saja.
Adapun pelaksanaan metode latihan itu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Guru memberikan penjelasan tentang hasil  yang ingin dicapai dari peleksanaan altihan. Penjelasan ini dengan contoh-contoh.
  2. Guru memberikan altihan pendahuluan sebagai persiapan untuk melaksanakan latihan yang sesungguhnya.
  3. Siswa melaksanakan latihans ecara berulang-ulang, guru mengadakan bimbingan, petunjuk dan pengawasan sepenuhnya.
  4. Guru memberikan komentas atas peleksanaan latihan.

BAB    III
PELAKSANAAN PERBAIKAN

A.    Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran diadakan di SDN Jatitengah III Kabupaten Majalengka mulai tanggal 24 Februari, 3 Maret 2009 mata pelajaran IPA adapun pelaksanaannya, dalam setiap pertemuan adalah:
a.       Mata Pelajaran IPA
Þ    Tanggal  24 Februari 2009  perbaikan siklus I
Þ    Tanggal  03 Maret  2009  perbaikan siklus II
B.     Deskripsi Persiklus
a.       Pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yang bertindak sebagai pengamat  Samsudin, S.Pd Guru Kelas VI  SDN  Jatitengah III  sebagai teman sejawat yang tugasnya melaksanakan pertemuan pendahuluan antara penelitian dan pengamat yang membahas tugas pengamat, instrumen dalam observasi serta proses Penelitian Tindakan Kelas  sampai selesai.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan IPA adalah sebagai berikut:

Siklus ke I :
a.       Menyusun skenario pembelajaran atau rencana perbaikan pembelajaran (terlampir)
b.      Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung saran perbaikan pembelajaran.
c.       Mempersiapkan lembar observasi.
d.      Melaksanakan perbaikan pembelajaran I, sebagai berikut:
Ö        Siswa dikondisikan dalam situasi belajar.
Ö        Melaksanakan apersepsi sebagai kegiatan awal.
Ö        Menyampaikan tujuan dari kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Ö         Menyampaikan materi pembelajaran dengan metode latihan. 
Ö        Secara bersamaan siswa dalam kelompok masing-masing mengerjakan latihan.  
Ö        Siswa dengan bimbingan guru materi pelajaran.
Ö        Guru memberikan tindak lanjut dengan pekerjaan rumah. 
e. Mengadakan evaluasi akhir pelajaran sebagai umpan balik dengan cara memberikan soal tes. 

Siklus II :
Siklus kedua dilakukan sebagai pertimbangan dari siklus pertama mengingat hasil yang ditunjukan oleh siswa belum optimal, walaupun telah menunjukan adanya peningkatan (bisa dilihat dalam pengolahan data).
Langkah-langkah yang ditempuh dalam perbaikan pembelajaran IPA siklus ke II sebagai berikut:
e.       Menyusun  Pembelajaran siklus  II (terlampir).
f.       Menyiapkan media pembelajaran yang mendukung pelaksanaan perbaikan pembelajaran.
g.      Mempersiapkan lembar observasi (terlampir).
h.      Melaksanakan perbaikan pembelajaran sebagai berikut:
Ö        Memberikan apersepsi sebagai kegiatan awal.
Ö        Menyampaikan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan
Ö        Guru memberikan latihan tentang nergi listrik dalam bentuk latihan praktis yakni merakit alat listrik sederhana.
Ö        Guru memberikan latihan dalam buku kerja siswa.
i.        Mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan melalui soal tes (terlampir).  



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    Hasil Penelitian
1.      Hasil Pengolahan Data
1)     IPA dengan standar kompetensi energi listrik .
Observasi yang dilakukan untuk konsep  ini, ternyata banyak yang menjawab benar tanpa ragu dengan menggunakan  metode pembelajaran latihan.
Siswa yang ragu menjawab tersebut dikarenakan mereka menduga-duga dalam menjawab pertanyaan dari guru. Hasil tes dapat dilihat dalam tabel.
2.      Deskripsi Temuan dan Refleksi
1)     Refleksi pada perbaikan pembelajaran IPA.
Siklus I
Perbaikan pelajaran IPA telah meningkat dilihat dari siwa yang mendapatkan nilai:
1)     Nilai 70 ada - siswa
2)     Nilai 80 ada 12 siswa
3)     Nilai 90 ada 3-siswa
4)     Nilai 100 ada - siswa
Tapi walaupun demikian masih ada siswa yang belum menguasai materi dilihat dari jumlah siswa, yakni:
1)     Nilai 60 ada  16 orang
2)     Nilai 50 ada 3 orang
3)     Nilai 40 ada - orang

Siklus II
Untuk mengukur kemapuan siswa, pada akhir pembelajaran dilakukan pos test dan terdapat peningkatann dilihat dari jumlah siswa yang mendapat nilai baik yakni:
1)     Nilai 70 ada 13 siswa
2)     Nilai 80 ada  7 siswa
3)     Nilai 90 ada 5 siswa
4)     Nilai 100 ada 2 siswa
Ternyata dari kedua siklus itu mendapatkan nilai  yang baik, masih  terdapat nilai 60. ini menunjukan bahwa pelaksanaan perbaikan berhasil dengan baik karena meningkat.
    1).      Nilai 60 ada  4 orang
    2).      Nilai 50 ada - orang
    3).      Nilai 40 ada - orang

Tabel 1  
Daftar Nilai IPA     

No 
Nama Siswa
Nilai

Jumlah
Rata-Rata
Kategori
Siklus
  I
Siklus II
1
Tuti Noviyanti
60
70
130
65
S
2
Abdul Wahid Hasim
50
60
110
55
R
3
Azis Daiman
60
80
140
70
T
4
Alif Gina Fitriyah
80
80
160
80
ST
5
Anjasmara
80
80
160
80
ST
6
Anto Ruamanto
60
70
130
65
S
7
Arif Rachman N.
80
80
160
80
T
8
Awa
60
70
130
65
S
9
Ecih Puspitasari
80
90
170
85
ST
10
Eki Arif Munandar
60
70
130
65
S
11
Elia
60
70
130
65
S
12
Engkar
80
100
180
90
ST
13
Fahru Adi Rahman
80
90
170
85
ST
14
Iip Sugiana
60
70
130
65
S
15
Lukman
80
80
160
80
ST
16
Mahmud Saenun
60
70
130
65
S
17
Muhamad Sahirin
60
70
130
65
S
18
Mutijah
50
60
110
55
S
19
Nursalim
80
90
170
85
ST
20
Oanah Fitriyah
80
90
170
85
ST
21
Pipit Andriyani
80
100
180
90
ST
22
Pipit Samipri
80
80
160
80
ST
23
Siti Badriyah
60
70
130
65
S
24
Sri Rahayu
60
70
130
65
S
25
Tedi ruswandi
50
60
110
55
S
26
Tia Cahyati
60
70
130
65
S
27
Tira Maulida Sani
60
70
130
65
S
28
Tita Ma’riwatun N.
60
80
140
70
T
29
Uamr Agus Munawar
60
70
130
65
S
30
Uus Jupriatna
60
70
130
65
S
31
Wawan ma’mun M.
80
90
170
85
ST
Jumlah
2070
2370



Rata-Rata
66,77
76,45



Kategori
T
T








Tabel 2
Hasil Siswa yang menguasai Materi melalui Tes
Selama Dua Siklus Mata pelajaran IPA

No
Nilai
Pelaksanaan
  I
II
1
100
-
2
2
90
-
5
3
80
12
7
4
70
-
13
5
60
16
4
6
50
3
-
Jumlah Siswa
31
31
Yang Hadir
31
31


1.  Grafik Persentase rata-rata Siswa dalam penguasaan
Materi Pelajaran IPA


3.      H al-hal Yang Unik
Selama pelaksanaan perbaikan pembelajaran muncul beberapa hal yang unik yang diperlihatkan oleh siswa. Hal-hal yang unik muncul pada saat waktu pelaksanaan perbaikan Matematika, sebagai berikut:
a.       Siswa kelihatan gugup karena kehadiran teman sejawat.
b.      Siswa merasa heran dan saling memandang satu sama lain jadi pembelajaran terganggu.
c.       Siswa kelihatan malu untuk bertanya apa tujuan sebenarnya kehasiran teman sejawat.
d.      Guru merasa kesulitan dan akhirnya menjelaskan tujuan kedatangan teman sejawat.
e.       Siswa gelisah malahan cenderung ribut karena waktu pelaksanaan pembelajaran guru menjadi lebih baik dan teliti serta tegas .
B.     Pembahasan
Bedasarkan temuan dari proses pembelajaran menganai kemajuan, artinya program perbaikan memiliki perngaruh sangat positif. Pada siklus pertama mata pelajaran IPA dengan rata-rata 66,77, siklus kedua rata-rata 76,45 ini membuktikan ada peningkatan.
Hal ini juga mempunyai pengalaman dari siklus sebelumnya. Perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran IPA juga terjadi setelah guru memberikan penjelasan dengan perlahan-lahan memberikan penjelasan dengan metode yang tepat serta  alat peraga yang sesuai.
Dengan demikian dapat disimpulkan program perbaikan pembelajaran memiliki pengaruh yang sangat baik terhadap kemampuan siswa untuk mengetahui menguasai materi IPA.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Hasil yang diperleh dapat dismpulkan perbaikan pembelajaran dalam mata pelajaran IPA    diantaranya:
1.      Dengan media pembelajaran peta, pembelajaran semakin meningkat hal ini terbukti pada siklus pertama mata pelajaran IPA rata-rata siklus I 66,78, siklus kedua rata-rata 78,57 ini membuktikan ada peningkatan.  Begitu juga pada amata pelajaran IPS dari siklus pertama sampai siklus ketdua memperoleh peningkatan nilai. I adalah  67,85. Siklus II adalah 79,64.
2.      Metode latihan dalam pembelajaran IPA untuk kompetensi dasar energi listrik  dapat meningkatkan hasil belajar.
B.     Saran
Saran-saran yang harus ditindak lanjuti setelah kesimpulan disampikan yakni:
1.      Guru harus memahami Penelitian Tindakan Kelas  supaya mampu mengatasi permasalahn yang terjadi di dalam kelas.
2.      Untuk mencari dan merumuskan masalah yang terjadi hambatan dalam pembelajaran, maka sebaiknya guru mencatat hasil temuan yang perlu dikaji selama proses belajar mengajar.
3.      Perlu adanya koordinasi yang baik dengan rekan sejawat untuk menerencanakan tindakan kelas, walaupun keputusan akhir ada pada guru sendiri.
4.      Perlu konsep yang matang dalam penulisan laporan sehingga dapat memperoleh bahan laporan yang rinci.

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD, Depdikanas: Jakarta, 2006


Karo-Karo. Suatu Pengantar Dalam Metodelogi Pengajaran. CV. Saudara: Salatiga, 1975


Kosadi Hidayat. Perencanaan Pengajaran. Bina Cipta: Bandung, 1990


M. Ali. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru: Bandung, 1989


Peraturan Pemerintah No. 22,23 dan 24 Tahun 2006


Sa’adah Ridwan. Penelitian Tindakan kelas Bagi Guru. Dinas Pendidikan, Bandung, 2000


Saliwangi. Strategi Belajar Mengajar. IKIP Malang: Malang, 1989


Suherman. Psikologi Pendidikan. Rosda Karya: Bandung, 2001





KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. berkat nikmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini.
PTK ini disusun sebagai Syarat pengajuan Sertifikasi tenaga pendidik Profesional Adapun judul PTK yaitu: Meningkatkan Pemahman Siswa tentang Energi Listrik melalui metode Latihan di kelas VI SDN Jatitengah III Kab. Majalengka.  
Banyak hambatan dan kesulitan dalam penulisan PTK ini, akhirnya penulis dapat menyelesaikannya walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Penyelesaian PTK ini tidak lepas dari bantuan semua pihak, selayaknya penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Bapak Kepala UPTD Kec. Jatitujuh Drs. U. Suharto, M.MPd
2.      Bapak Jaya Nurjaya selaku pengawas bina Kec Jatitujuh.
3.      Bapak Moch. Isya Anshori, Kepala SDN Jatitengah III
4.      Bapak Samsudin, S.Pd selaku  teman sejawat
5.      Reka-rekan guru yang  telah membantu penyusunan laporan PTK ini.
         Laporan ini jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya tegur sapa dan saran yang membangun, penulis harapkan dari pembaca.
Akhir kata penulis berharap semoga PTK ini memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Majalengka,      Maret  2009
                  Penulis
 iii
 

 

DAFTAR ISI



Lembar Identitas dan Pengesahan .......................................................................
Kata Pengantar .....................................................................................................
Daftar Isi ..............................................................................................................
BAB    I     PENDAHULUAN ............................................................................
A.    Latar Belakang Masalah ...............................................................
B.     Rumusan Masalah ........................................................................  
C.     Tujuan Penelitian ..........................................................................
D.    Manfaat Penelitian .......................................................................  
BAB    II   KAJIAN PUSTAKA .........................................................................  
BAB    III PELAKSANAAN PERBAIKAN ....................................................
A.    Subjek Penelitian .....................................................................     
B.     Deskripsi Persiklus .......................................................................  
BAB    IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................
A.    Hasil Penelitian .............................................................................  
B.     Pembahasan ..................................................................................
BAB V     KESIMPULAN DAN SARAN .........................................................  
A.    Kesimpulan ...................................................................................
B.     Saran .............................................................................................  
Daftar Pustaka           
Lampiran


LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN

Judul Laporan: Meningkatkan Pemahman Siswa Tentang Energi Listrik         Melalui Metode Latihan


Nama Mahasiswa        :
NIP                             : 19611107198109 2 001
Tempat mengajar         : SDN Jatitengah III Kecamtan Jatitujuh  
                                      Kab. Majalengka
Jumlah                         : IPA     2x pertemuan
                                   
Tanggal perbaikan :
1. Mata Pelajaran IPA  
    a. Siklus 1,  24 Februari 2009
    b. Siklus II, 3   Maret 2009


Masalah perbaikan:
1.      Mata pelajaran IPA
Bagaimana Meningkatkan Pemahman Siswa Tentang Energi Listrik Melalui Metode Latihan pada pelajatan IPA?




     
                                                                              Jatitengah,   Maret 2009
Menyetujui                                                            Peneliti
Kepala SDN Jatitengah III


MOCH ISYA ANSHORI                                         Hj. SOIBAH,A.Ma.Pd
NIP. 19510512197703 1 005                                     NIP. 19611107198109 2 001


LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

LEMBAR OBSERVASI



No
Aspek yang diobservasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak ada
1
Perencanaan Pembelajaran (RPP)
·         Standar kompetensi
·         Kompetensi dasar
·         Hasil belajar
·         Indikator
·         Tujuan perbaikan
·         Materi
·         Langkah-langkah
·         Alat, media dan sumber
·         Penilaian

Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö

 
2
Tindakan pembelajaran
a. Kegiatan Guru
·         Berpenampilan rapih
·         Menggunakan bahasa komunikatif
·         Menyampaikan materi dengan tes
·         Memberikan kesempatan bertanya pada siswa
·         Memberikan motivasi
·         Mengkondisikan siswa
·         Menggunakan metode yang bervariasi
·         Menggunakan alat peraga
 b.  Kegiatan Siswa
·         Belajar dengan kondusif
·         Menjawab pertanyaan
·         Bertanya
·         Merespon dengan baik
·         Aktif menggunakan alat peraga
·         Mengerjakan tugas

Ya
Ya
Ya
Ya

Ya

Ya
Ya Ya

Ya

Ya

Ya
Ya

Ya

Ya
Ya

 
3
Penilaian
  a. proses
·         Bentuk
·         Jenis
·         Alat
·         Prosedur
  b.  Hasil


Ö
Ö
Ö
Ö
Ö

 


       Jatitengah,     Februari  2009
Teman Sejawat                                                                        Peneliti




………………..                                                      ……………………………

                                     












RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS I

Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester          : VI / II
Alokasi Waktu            : 1 X 35 Menit
Topik                           : Energi Listrik
           
A.    Standar Kompetensi
Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi

B.     Kompetensi Dasar
Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik

C.    Hasil Belajar
Siswa mempunyai kemampuan untuk menunjukkan sumber energi listrik

D.    Indikator
Mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik

E.     Tujuan Perbaikan
-          Meningkatkan motivasi siswa dalam belajar
-          Meningkatkan kualitas dan belajar siswa
-          Mampu memahami berbagai sumber energi listrik

F.     Metode Pembelajaran
-          Ceramah
-          Tanya jawab
-          Diskusi

G.    Materi Pembelajaran
-          Listrik statik merupakan kumpulan muatan negatif yang dinamakan elektron
-          Sumber energi listrik merupakan sesuatuatu yang dapat menimbulkan listrik
-          Sumber energi listrik antara lain: elemen volta, batu baterai, aki atau akumulator, dinamo dan generator
-          Elemen volta dapat menghasilkan energi listrik dalam pembuatan elemen volta dibutuhkan lempengan logam dan cairan

H.    Langkah-langkah Pembelajaran
1.      Kegiatan Awal (5 menit)
a.         Mempersiapkan langkah-langkah pembelajaran yang dirancang menggunakan alat peraga sederhana, seperti mistar plastik, potongan kertas, gambar elemen volta
b.        Mengkondisikan siswa agar mengikuti proses pembelajaran, misal: guru memberikan jalan dan menanyakan keadaan anak-anak
c.         Melakukan apersepsi
-          Tanya jawab untuk menggali persepsi siswa tentang energi listrik
-          Memberi motivasi positif agar siswa aktif dalam proses pembelajaran.
2        Kegiatan Inti (20 menit)
-          Anak mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai sumber energi listrik dengan alat peraga berupa mistar plastik, potongan kertas dan gambar elemen volta
-          Beberapa orang anak disuruh ke depan kelas untuk mengamati dan mengetahui gejala kelistrikan dengan cara menggosok-gosokkanmistar plastik dengan cepat di rambut lalu mistar ditempelkan pada potongan kertas tipis (kecil-kecil)
-          Guru mengadakan tanya jawab tentang bagaimana cara menghasilkan energi listrik
a.       Apa yang dimaksud dengan listrik statik?
b.      Apa yang dimaksud dengan sumber energi listrik?
c.       Apa saja yang termasuk sumber energi listrik?
-          Guru memberi motivasi berupa pujian bagi siswa yang berhasil dan dorongan bagi siswa yang belu berhasil
-          Memberikan balikan terhadap hasil pekerjaan siswa
  1. Kegiatan Akhir
-          Mengerjakan soal-soal
-          Memberi PR
-          Menilai hasil kerja anak

I. Alat Media dan Sumber
1. Alat Peraga
Mistar plastik, potongan kertas, gambar elemen volta
2. Sumber Pelajaran
 - Buku IPA kelas IV, Sarana Panca Karya

J. Evaluasi
a.       Prosedur          :
            Proses              : Menilai keaktifan siswa
            Terakhir           : Menilai hasil belajar siswa
b.      Jenis tes           : Tertulis
c.       Bentuk tes       : Isian
d.      Alat tes            : Butir-butir soal

Butir-butir soal
1.      Yang dimaksud dengan listrik statik adalah…
2.      Sumber energi listrik adalah…
3.      Cara kerja elemen volta sama dengan…
4.      Lempengan logam yang dapat dipergunakan untuk membuat elemen volta adalah…
5.      Cairan yang digunakan dalam pembuatan elemen volta yaitu…
Kunci jawaban
1.      Listrik yang bergerak
2.      Sesuatu yang dapat menghasilkan/ menimbulkan listrik
3.      Aki/akumulator
4.      Seng atau tembaga
5.      Asam sulfat encer
           


Kriteria Penilaian
Setiap jawaban diberi nilai 2
Jika betul semua 2 x 5 = 10



Jatitengah, 24 Februari 2009
Mengetahui,    
Kepala SD Negeri Jatitengah III                    Guru Kelas





MOCH. ISYA ANSHORI                            Hj. SOIBAH, A.Ma.Pd
NIP. 19510512197703 1 005                         NIP. 19611107198109 2 001
                                                 







RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS II

Mata Pelajaran            : Ilmu Pengetahuan Alam
Kelas / Semester          : VI / II
Alokasi Waktu            : 1 X 35 Menit
Topik                           : Energi Listrik

A. Standar Kompetensi
Mempraktekkan pola penggunaan dan perpindahan energi

B. Kompetensi Dasar
Menyajikan informasi tentang perpindahan dan perubahan energi listrik

C. Hasil Belajar
Siswa mempunyai kemampuan untuk menunjukkan sumber energi listrik

D. Indikator
Mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik

E. Tujuan Perbaikan
-     Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran
-     Siswa dapat lebih memahami berbagai sumber energi listrik

F. Metode Pembelajaran
-     Ceramah
-     Tanya jawab

G. Materi Pembelajaran
-     Batu baterai disebut juga elemen kering
-     Di dalam batu baterai terdapat serbuk arang, batu kawi dan larutan salmiak.
-     Aki/akumulator disebut juga baterai basah
-     Di dalam aki terdapat lempengan timbal dan larutan asam sulfat
-     Aki dapat didisi kembali atau disetrum
-     Peristiwa penyetruman aki adalah energi listrikberubah menjadi energi kimia
-     Dinamo sepeda termasuk juga sumber jhuga energi listrik
-     Di dalam dinamo terdapat kumparan kawat email
-     jika dinamo berputar kumparan kawart akan menghasilkan enrgi listrik

H. Langkah-langkah Pembelajaran
      1.            Kegiatan Awal (5 menit)
a.       Mempersiapkan langkah-langkah pembelajaran yang dirancang menggunakan alat peraga sederhana, seperti batu baterai, aki, dinamo dan gambar batu baterai, aki
b.     

 
Mengkondisikan siswa agar mengikuti proses pembelajaran, misal: guru memberikan salam dan menanyakan keadaan anak-anak
c.       Melakukan apersepsi
-     Tanya jawab untuk menggali persepsi siswa tentang sumber energi listrik
-     Memberi motivasi positif agar siswa aktif dalam proses pembelajaran.
2.   Kegiatan Inti (20 menit)
-     Anak mendengarkan penjelasan guru tentang berbagai sumber energi listrik dengan alat peraga batu baterai, aki dan dinamo.
-     Guru dan siswa mengadakan tanya jawab tentang bagaimana cara menghasilkan energi listrik
a.       bagian mana dari batu baterai yang disebut kutub positif dan kutub negatif?
b.      Terdiri dari apa sajakah bagian dalam batu baterai?
c.       Terdiri dari apa saja bagian dalam aki?
d.      Peristiwa apa yang terjadi saat menyetrum aki?
e.       Peristiwa apa yang terjadi saat aki digunakan untuk menghidupkan stater mobil?
f.       Apa yang menyebabkan lampu sepeda itu bisa menyala?
g.      Apa yang menyebabkan dinamo sepeda menghasilkan energi listrik?
-          Guru memberi motivasi berupa pujian bagi siswa yang berhasil dan dorongan bagi siswa yang belu berhasil menjawab
-          Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya
-          Memberikan balikan terhadap hasil pekerjaan siswa


  1. Kegiatan Akhir (10 menit)
-          Mengerjakan soal-soal
-          Memberi PR
-          Menilai hasil kerja anak

I.  Alat Media dan Sumber
   1.   Alat Peraga
Batu baterai, aki, dinamo sepeda.
2.  Sumber Pelajaran
- Buku IPA kelas IV, Sarana Panca Karya

J. Evaluasi
     a.    Prosedur          :
Proses              : Menilai keaktifan siswa
Terakhir           : menilai hasil belajar siswa
b.   Jenis tes           : Tertulis
c.   Bentuk tes       : Isian
d.   Alat tes            : Butir-butir soal

Butir-butir soal
1.      Batu baterai disebut juga…
2.      Bagian ujung baterai yang menonjol keluar dan dilapisi temabag disebut kutub…
3.      Pada saat menyetrum aki terjadi perubahan energi, dari energi… menjadi energi…
4.      Bagian dalam dari aki terdiri dari… dan…
5.      Tegangan arus listrik yang dihasilkan dinamo sepeda … volt

Kunci jawaban
1.      Elemen kering
2.      positif
3.      listrik-kimia
4.      lempengan timbal-lempengan asam sulfat
5.      6 volt


Kriteria Penilaian
Setiap jawaban diberi nilai 2
Jika betul semua 2 x 5 = 10



Jatitengah , 3 Maret 2009
Mengetahui,    
Kepala SD Negeri Jatitengah III                                Guru Kelas






MOCH. ISYA ANSHORI                                        Hj. SOIBAH, A.Ma.Pd
NIP. 19510512197703 1 005                                     NIP. 19611107198109 2 001






LEMBAR OBSERVASI



No
Aspek yang diobservasi
Kemunculan
Komentar
Ada
Tidak ada
1
Perencanaan Pembelajaran (RPP)
·         Standar kompetensi
·         Kompetensi dasar
·         Hasil belajar
·         Indikator
·         Tujuan perbaikan
·         Materi
·         Langkah-langkah
·         Alat, media dan sumber
·         Penilaian

Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö
Ö

 
2
Tindakan pembelajaran
b.Kegiatan Guru
·         Berpenampilan rapih
·         Menggunakan bahasa komunikatif
·         Menyampaikan materi dengan tes
·         Memberikan kesempatan bertanya pada siswa
·         Memberikan motivasi
·         Mengkondisikan siswa
·         Menggunakan metode yang bervariasi
·         Menggunakan alat peraga
 b.  Kegiatan Siswa
·         Belajar dengan kondusif
·         Menjawab pertanyaan
·         Bertanya
·         Merespon dengan baik
·         Aktif menggunakan alat peraga
·         Mengerjakan tugas

Ya
Ya
Ya
Ya

Ya

Ya
Ya Ya

Ya

Ya

Ya
Ya

Ya

Ya
Ya

 
3
Penilaian
  a. proses
·         Bentuk
·         Jenis
·         Alat
·         Prosedur
  b.  Hasil


Ö
Ö
Ö
Ö
Ö

 

           Jatitujuh,      Maret  2009
Teman Sejawat                                                                        Guru Kelas







SAMSUDIN, S.Pd                                                    Hj. SOIBAH, A.Ma.Pd
NIP. 19680804199212 1 002                                     NIP. 19611107198109 2 001



 

SURAT PERNYATAAN



Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama                           : Hj. SOIBAH, A.Ma,Pd
NIP                             : 814164897  
Tempat Mengajar        : SDN Jatitengah III Kec. Jatitujuh
Menyatakan bahwa:
Nama                           : Samsudin
Tempat Mengajar        : SDN Jatitengah III  
Jabatn                          : Guru Kelas V

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran
Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya

                                                                                    Jatitengahi,   Februari  2009
Teman Sejawat,                                                           Guru Kelas     




;;;...............                                                                ......................................
NIP.                                                                            NIP. 1


Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...