postingan terbaru

Loading

Selasa, 02 November 2010

Sayembara Iblis’


        Ada gelombang yang lebih dahsyat dari Tsunami, ada banjir yang lebih mengerikan dari tragedi di Jember, ada badai yang lebih dahsyat dari puting beliung maupun lesus. Gelombang perzinaan, banjir pornografi dan badai budaya seks bebas di Indonesia.
Jutaan korban berjatuhan tanpa ada yang merasa belas kasihan. Tak ada yang mencoba mengulurkan tangan memberikan bantuan. Bencana yang menyapu dan meluluhlantahkan siapapun yang dilewati olehnya. Tak peduli laki-laki atau wanita, rakyat atau pejabat, orang tua ataupun anak-anak. Bahkan bayi yang masih berada di janin ibunya pun turut menjadi korbannya. Dan pukulan bencana alam  datang bertalu-talu sebagai peringatan Alah atas merebaknya zina. Tapi lihatlah,siapa yang mau peduli?
Bencana itu tidak lepas dari skenario Iblis laknatullah yang telah bersumpah, “Iblis menjawab: “Karena Engkau Telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS Al-A’raaf 16-17)
Bermula dari Sayembara Iblis
mahkota1Sejak awal diciptakannya manusia, iblis telah mengibarkan bendera permusuhan terhadap Adam dan anak keturunannya. Ia bertekad untuk membuat tipu daya agar manusia mau mengikuti langkah-langkahnya. Berbagai cara ditempuhnya, beragam program dibuatnya dan bermacam tipu daya dilancarkan demi menyesatkan manusia. Allah Ta’ala berfirman,

” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (QS al-Hijr 39-40)
Iblis dan seluruh bala tentaranya adalah musuh yang nyata bagi sekalian manusia. Perang yang dikobarkan tak terbatas masa tertentu, ruang tertentu atau kalangan tertentu. Permusuhan yang mereka hembuskan tak terbatas pada sebagian manusia,tetapi seluruhnya. Bahkan jika bisa mereka menghendaki agar tak satupun manusia yang tersisa untuk diperbudaknya. Dendam mereke berterusan sampai akhir zaman. Allah berfirman,
” Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(QS az-Zukhruf 62)
Dan Zina adalah salah satu pilihan guna menebar kerusakan diantara manusia. Menjadikan zina sebagai wabah adalah cara mereka menabur petaka, menghancurkan sendi-sendi kemuliaan, menghapus kesucian fitrah manusia serta menyebar-ratakan kekejian. Allah berfirman,
” Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”(QS al-Israa’32)
Nabi telah menyampaikan bahwa iblis menyebar bala tentaranya ke muka bumi dan mengadakan sayembara,
“Jika datang pagi hari, Iblis menyebar para tentaranya ke muka bumi lalu berkata, “Siapa diantara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku kenakan mahkota di kepalanya. ” Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, “Aku terus menggoda si fulan hingga mau menceraikan istrinya.” Iblis berkata, “Ah,bisa jadi dia akan menikah lagi.” Tentara yang lain menghadap dan berkata. “Aku terus menggoda si fulan hingga ia mau berzina.” Iblis berkata, “Ya, kamu (yang mendapat mahkota)!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1280)
Berawal dari sayembara iblis ini, setan -setan bergentayangan untuk berlomba. Fokus kegiatan mereka adalah mencari ide, menyeting suasana dan menyiapkan kailnya, memasang umpannya dan merekrut para pemancing zina.
MENGAPA ZINA MENJADI PROYEK UTAMA?
MERUSAK FITRAH MANUSIA
Fitrah manusia bisa membaca, zina beserta ornamennya adalah cela. Akal bisa menalar bahwa zina adalah pengundang bencana. Hatipun bisa merasa, betapa zina menjatuhkan kemuliaan manusia. Allah menjelaskan tentang kejinya praktek zina. Kata “fahisyah” (keji) dalam QS Al-Isra’:32 maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang parah dan dapat diakui kekejianya oleh setiap orang yang berakal, bahkan oleh sebagian besar binatang.
Bukan saja menurut fitrah manusia, instink binatangpun menganggapnya cela. Imam al Bukhari menyebutkan di dalam Shahihnya bahwa Amru bin Maimun Al-Adawi berkata, “Di masa jahiliyah aku melihat kera jantan yang berzina, maka berkumpullah kera-kera lain untuk merajam keduanya hinga mati.”
Tetapi, ketika zina sudah menjalar dimana-mana, kepekaan manusia akan buruknya zina menjadi tumpul. Instink binatang bahkan lebih jalan dari akal mereka. Kebencian manusia terhadapnya menjadi luntur. Seperti orang yang terbiasa bergumul dengan sampah, lambat laun hidungnya tak lagi merasakan busuknya sampah.
MENGHANCURKAN AGAMA PELAKUNYA
Zina dalah biang kesengsaraan dan tercabutnya unsur-unsur kebahagiaan. Seperti yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim, “Terkumpul pada tindakan zina segala bentuk keburukan berupa lemahnya agama, hilangnya sifat wara’ (kepekaan dan kewaspadaan terhadap dosa), rusaknya susila dan tipisnya kebencian terhadap dosa. Maka tidak Anda dapatkan seorang pezina yang memiliki sifat wara’, setia janji, jujur dalam ucapan maupun kesetiaan pada teman dekat, dia juga tidak memiliki kecemburuan atas kekejian yang dilakukan oleh istrinya.”
Zina akan menyebabkan tercabutnya unsur keimanan di dalam hati , sebagaimana sabda Nabi, “Tidaklah orang yang berzina itu mukmin saat dia berzina.” (HR. Bukhari-Muslim)
Zina juga menyebabkan hilangnya rasa malu pada seseorang, sedangkan rasa malu adalah kebaikan, juga merupakan satu cabang dari cabang-cabang iman. Hilangnya rasa malu menyebabkan manusia lepas kontrol sehingga bisa berbuat apapun yang dia suka, meskipun bertentangan dengan akal dan agama. Nabi bersabda, ” Sesungguhnya dari apa yang didapatkan manusia dari perkataan nubuwah dahulu adalah ‘jika tak punya rasa malu,maka berbuatlah sesukamu,” (HR. Bukhari)
Syaikhul islam Ibnu Taimiyah berkata, ” Hendaknya orang yang berakal mengetahui bahwa orang yang bergelimang dalam syahwat akan tergiur untuk berpindah pada satu  jenis syahwat ke syahwat yang lain, namun tidak akan pernah puas karenanya, tetapi tidak pula kuasa untuk meninggalkan kebiasaannya, karena seakan itu telah menjadi bagian hidup yang mesti dijalaninya. Untuk itulah Anda juga melihat bahwa orang yang terus mabuk khamr dan zina tidak pernah merasakan sepersepuluh kepuasan yang didapat orang lain dalam hidupnya.”
Dituturkan pula oleh Syeikh Muhammad al-Khudhar Husein tentang bahaya pelacuran, ” Pada perbuatan zina itu terdapat kerusakan yang besar dan keburukan yang merata, bisa menghancurkan keutamaan, menodai kehormatan, menghapus sifat amanah, memutus ikatan kesetiaan, mendatangkan penyakit yang mematikan pada jasad, dimanapun dia hidup masyarakat akan menganggap bejat moralnya,ternoda kehormatannya dan menyangsikan amanahnya, serta menaruh rasa benci kepadanya, sementara penyakit menggerogoti jasadnya.”
MERUSAK TATANAN MASYARAKAT DUNIA
Zina juga menyebabkan rusaknya garis keturunan, merusak ikatan persaudaraan, serta menyebabkan kacaunya tatanan sosial. Betapa banyak anak-anak lahir tanpa bapak. Anak-anak demikian adalah korban, yang secara sosial niscaya akan mengalami masalah. Adakalanya mereka sudah harus menanggung derita sejak masa kecilnya, atau bahkan lagi sejak pertama kehadirannya di dunia.
Kerusakan tersebut sampai merambah pada dosa besar lain berupa pembunuhan. Ada munasabah (keterkaitan) antara zina dengan pembunuhan seperti yang ditunjukkan dalam firman Allah,
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),” (QS Al-Furqan : 68)
Dan Firman-Nya, ” .. dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu Karena takut kemiskinan, kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar…”. (QS Al-An’am : 151)
Diantara ulama menjelaskan adanya keterkaitan antara tindakan membunuh dengan perzinaan. Karena zina berarti pembunuhan dalam banyak sisi. Zina berarti pembunuhan, karena pelakunya menumpahkan calon makhluk hidup ke tempat yang tidak semestinya. Biasanya diiringi dengan aborsi sebelum atau sesudah janin di rahim ditiupkan nyawa. Atau bahkan bayi dibuang atau dibunuh setelah kelahirannya. Demi menutup malu betapa banyak pezina yang menggugurkan kandungannya.
Kalaupun mereka membiarkan bayi hidup, pun masih ada dampak bagi si anak. Juga bagimasyarakat. Anak menjadi tertekan dan terkucil dalam pergaulan. Atau kalau tidak, bisa jadi ketika si anak menganggap itu sebagai hal yang biasa, diapun meniru apa yang pernah dikerjakan orang tuanya yakni berzina. Tatanan sosial juga menjadi rusak ketika nasab dan garis keturunan tidak jelas. Tak perlu Anda meminta bukti, karena semua itu sudah pasti.
MENDATANGKAN BENCANA DAN MALAPETAKA
Zina merupakan tersangka utama atas datangnya bencana masal ketika telah merajalela. Banyak jenis penyakit baru, aneh, sangat berbahaya dan belum ditemukan cara pengobatannya dikalangan manusia, juga disebabkan oleh zina. Ketika zina telah merajalela, maka berbagai penyakit itupun mewabah tanpa diketahui dari mana datangnya.
Kasus HIV/AIDS yang terus merajalela dan  bertambah dari tahun ke tahun, seolah tak akan pernah ada habisnya. Demikian juga fenomena flu burung yang terus menelan korban di berbagai daerah. Atau SARS yang sebelumnya juga sempat menghebohkan beberapa Negara. Serta berbagai penyakit aneh yang terus bermunculan dan belum ditemukan obatnya.
Fenomena tersebut, juga yang sejenisnya, seharusnya mengingatkan seorang muslim akan hadits Nabi, “Tiada perbuatan keji (zina) telah menyebar pada suatu kaum hingga mereka terang-terangan dengannya melainkan akan menjalar ke tengah mereka penyakit tha’un dan berbagai penyakit yang belum pernah dialami oleh orang-orang sebelum mereka.” (HR Ibnu Majah)
Banyak definisi yang diberikan oleh para ulama tentang maksud tha’un. Al Jauhari menyebutkan bahwa tha’un adalah sesuatu yang menyebabkan berubahnya kondisi dari biasanya, penyebarannya menjadi pertanda akan adanya kematian secara massal seperti wabah. Sedangkan penulis an-Nihayah menyebutkan bahwa tha’un adalah penyakit menular yang merusak udara, juga merusak air maupun badan. Sedangkan Abul Walid al-Baaji menyerang banyak orang yang datangnya dari arah yang tak terduga, berbeda dengan penyakit umum yang diderita manusia.
Disebutkan juga dalam Musnad al-Imam Ahmad, riwayat dari Ummu Salamah bahwa ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika telah muncul berbagai kemaksiatan di tengah-tengah umatku, maka Allah akan menimpakan adzab dari sisi-Nya yang mengenai mereka semua. ‘Saya tanyakan pada beliau, ‘Ya Rasulullah, apakah ketika itu di dalamnya masih ada orang-orang shalih?’ Beliau menjawab, ‘Ya,benar’ Saya tanyakan lagi, ‘Lalu bagaimana dengan mereka itu? ‘Beliau menjawab, ‘Mereka tetap tertimpa adzab sebagaimana menimpa orang-orang pada umumnya, namun mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhaan Allah SWT.”
SIKSA AKHIRAT BAGI PEZINA
Al-Jaza’ min jinsil amal, balasan itu tergantung hasil usahanya. Ketika zina mengandung unsur kerusakan yang sangat besar, maka siksa yang disediakan bagi pelakunya pun terlampau dahsyat. Ibnul Qayyim menyebutkan, “Ketahuilah bahwa balasan itu berbanding lurus dengan amal. Hati yang telah terpaut dengan sesuatu yang haram, setiap kali dia berhasrat untuk meninggalkan dan keluar darinya pada akhirnya kembali ke dosa semula. Begitu pula dengan balasan baginya di barzakh maupun di akhirat. Pada sebagian riwayat hadits Samurah bin Jundub yang disebutkan dalam Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi bersabda, ” Suatu malam aku bermimpi ada dua orang yang mendatangiku, lalu keduanya mengajakku keluar,maka akupun beranjak bersama keduanya…lalu kami sampai pada sebuah rumah yang dibangun seperti tungku, ternyata di dalamnya ada suara gaduh dan hiruk pikuk. Lalu kami melongok kearah tungku itu dan ternyata disana ada kaum laki-laki dan perempuan yang telanjang. Ketika api dinyalakan merekapun berusaha naik keatas hingga hampir-hampir bisa keluar (dari tungku). Jika api redup merekapun kembali ketempat semula. Sayapun bertanya, “Siapakah mereka? “Dia menjawab, ” Adapun laki-laki dan perempuan yang telanjang di bangunan semisal tungku itu adalah para pezina perempuan dan laki-laki.”
Maka perhatikanlah kesesuaian siksa akhirat dalam hadits ini dengan kondisi hati para pezina di dunia. Setiap kali mereka berkeinginan untuk bertaubat dan berhenti darinya, serta keluar dari tungku syahwat menuju kesejukan taubat ternyata kandas, dan setelah itu mereka kembali lagi padahal hampir saja mereka keluar darinya.”
Maka kerusakan manakah yang lebih merata dan lebih dahsyat bahayanya dari pada zina? Wajar jika iblis begitu getol menyebarluaskannya.
(adopted from : ‘Sayembara IBLIS, Konspirasi Setan Jin & Manusia dibalik Merebaknya Zina’_Abu Umar Abdillah)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...