postingan terbaru

Loading

Selasa, 02 November 2010

‘Sayembara Iblis’ - bag.2

PERSEKONGKOLAN SETAN JIN DAN MANUSIA
Demikian besar dampak zina bagi pelakunya, di dunia dan akhiratnya. Juga bagi masyarakat di sekitarnya. Untuk meraih kesuksesan dalam proyek besar ini, iblis mengerahkan pasukan terbaiknya. Baik tangan kanannya dari setan jin, maupun pengikutnya dari golongan manusia.
Ada Setan Spesialis Zina
Agar lebih fokus serangannya, lebih efektif hasil yang bisa dicapainya, tidak menutup kemungkinan setan memiliki petugas khusus dan pasukan khusus penyebar zina. Ada riwayat dari tabi’in, Mujahid bin Jabr, murid dari sahabat agung Abdullah bin Abbas, bahwa iblis memiliki lima anak. Satu diantaranya bernama A’war yang bertugas khusus untuk menyebar perzinaan.
Riwayat tersebut tidak sampai kepada Nabi, sehingga bukan satu keharusan untuk kita yakini. Tapi paling tidak Mujahid bin Jabr, sebagaimana ulama yang lain memahami adanya setan spesialis pada bidang-bidang tertentu, tak terkecuali urusan zina. Apalagi, tingkat yang ditimbulkan akibat zina begitu dahsyatnya.
Ada Setan Manusia

Wajahnya tidak selalu menakutkan, tampangnya tidak mesti terkesan galak dan sadis. Bahkan mungkin ada yang menyandang gelar laki-laki paling tampan di dunia, atau menjadi ratu kecantikan sejagad, murah senyum, menarik dan jauh dari kesan menyeramkan. Tapi, bahayanya seringkali lebih dahsyat dari setan golongan jin. Seperti yang diungkapkan oleh Malik bin Dinar, seorang ulama tabi’in, menyebutkan sisi bahaya setan manusia, seperti yang disebutkan dalam Tafsir al-Qurthubi 7/67, “Setan manusia lebih berat bagiku daripada setan dari golongan jin. Karena setan dari golongan jin akan lari ketika aku membaca ta’awudz kepada Allah. Adapun setan manusia, di pelupuk mata dia mendatangiku dan menarikku menuju maksiat.”
Cara yang ditempuh setan manusia pada dasarnya sama dengan strategi yang pernah dilakukan oleh iblis. Di antaranya mengemas kemaksiatan dengan nama yang disukai banyak orang. Seperti ketika iblis menggoda Adam dengan rayuannya, “Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS. Thaha : 120)
Ibnul Qayyim berkata tentang ayat ini: “Para pengikut iblis mewarisi cara iblis ini,yakni dengan memberikan nama sesuatu yang haram dengan nama yang disukai oleh nafsu, seperti menamakan khamr dengan puncak kesenangan..” Seperti hari ini, mereka menamakan pamer aurat sebagai seni,sex bebas sebagai modern, dan tarian erotis sebagai kebebasan berekspresi.
Disisi lain, setan juga menamakan ketaatan dengan nama yang menyeramkan. Setiapkali Nabi diutus, maka ada setan manusia yang menjulukkan dengan gelaran yang buruk, seperti tuduhan sesat, bodoh,gila atau dijuluki tukang sihir. Adapun sekarang, mereka menamakan orang yang taat dan tunduk lahir batin kepada atuan syar’i sebagai kaum fundmentalis, ekstrimis, teroris, cupet nalar dan julukan buruk lainnya.
Ada Persekongkolan Antara Keduanya
Serangan akan bertambah dahsyat ketika setan jin dan setan manusia bersekongkol untuk menebar zina. Berbagai kreasi, ide dan karya keji bergulir silih berganti.
Jangan heran jika para juru kampanye zina manusia sangat kreatif,inovatif dan kaya ide untuk menarik perhatian manusia. Aneka kemasan acara di TV sangat beragam dan menarik. Terobosan baru bisnis esek-esek selalu mendapat sambutan hangat dari orang-orang berhati belang. Baik yang diatasnamakan karya seni, hiburan atau ‘nasihat-nasihat’ beracun. Selalu saja ada tren menyesatkan yang muncul lengkap dengan kemasan yang ditata apik sebagai kedok borok. Dari mana saja mereka mendapatkan ide dan inspirasi?
Pertanyaan tersebut terjawab dengan firman Allah, “Dan Demikianlah kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)…” (QS Al-An’am : 112)
IbnulQayyim dalam Bada’i'ul Fawa’id (II/266) menafsirkan ayat ini : Setan jin mewahyukan kebathilan kepada manusia, begitupun setan manusia mewahyukan kebathilan kepada manusia yang lain, sehingga antara setan jin dan setan manusia saling bekerja sama untuk menyampaikan kemauan ’syaithani’.
Ya, mereka mendapatkan ‘wahyu’ dari setan yang tak tampak, setan jin yang mungkin berguru langsung kepada iblis laknatullah ‘alaih, lalu ide itu diteruskan oleh teman-temannya dari golongan manusia.
WANITA ASUSILA ADALAH UMPANNYA
Wanita ibarat pedang bermata dua. Apabila dia baik dan menunaikan tugas-tugasnya yang utama beserta tujuan yang telah digariskan, maka dia laksana batu bata yang baik bagi sebuah bangunan masyarakat islam. Yang memiliki karakter akhlaq yang kuat dan keyakinan yang teguh.
Sebenarnya wanitalah yang berada di belakang para pahlawan dan pemimpin agung yang telah mengisi dunia dengan hikmah dan keadilan, hingga mereka memasuki Negara Asia, Negara-negara Afrika dan sebagian negeri Eropa. Sehingga manusia meninggalkan agama mereka (sebelumnya), aturan-aturannya, bangsanya, pengetahuannya dan adabnya-adabnya untuk mengambil dienulIslam dengan sepenuh hati dan senang hati. Dahulu ada pepatah, “Sesungguhnya dibelakang setiap tokoh yang agung ada seorang wanita yang agung pula…”
Akan tetapi manakala  seorang wanita menyimpang dari tanggung jawab utama yang telah digariskan Islam untuk mereka, kemudian tampil dengan berbagai bentuk kejahatan dan meninggalkan nilai-nilai kebaikan pada dirinya, maka ketika itu posisinya berbalikmenjadi sebilah pedang yang menyerang umat, merusak merka dan menghancurkannya dengan kehancuran yang sebenar-benarnya.
Sungguh iblis dan musuh-musuh islam memahami betul tentang peran penting wanita muslimah dalam membangun umat islam sejak mereka membai’at Nabi SAW hingga hari ini. Sebagaimana mereka telah meninggikan umatnya menjadi para ulama yang mau beramal, mujahidin dan shiddiqin seperti Umar bin Khatab, Khalid bin Walid, Aisyah binti Shidiq, Asma’, Ummu ‘Amarah, Khansa’ dan lain-lain. Oleh karena itu musuh-musuh islam menyimpulkan bahwa cara yang paling jitu untuk menghancurkan Islam adalah dengan merusak akidah para wanita muslimah. Mereka sengaja meletakkan wanita pada posisi rendah dan hina agar keluar dari tugas-tugas utamanya. Mereka bermaksud melepas bai’ah yang mulia dari tangannya. Selanjutnya mereka menjerumuskan wanita muslimah kesukaan terhadap akhlaq yang tercela dengan menggunakan slogan-slogan keren seperti kebebasan wanita, toleransi, kemajuan, sekulerisme, kebangkitan wanita, melepaskan belenggu, modernisasi, reformasi dan istilah-istilah lain yang menyesatkan.
Beratnya Fitnah WAnita
Telah disebutkan dalam al-Adab al-Kabir oleh Ibnu Al-Muqaffi’:
“Ketahuilah bahwa sesuatu yang paling efektif merusak agama, mencelakakan jasad, meludeskan harta, mendatangkan aib, menghancurkan kehormatan dan paling drastis menjatuhkan kewibawaan adalah nafsu terhadap wanita.”
Sesungguhnya fitnah yang paling besar dan paling berat adalah wanita, sebagaimana sabda Nabi SAW, “Tidak aku tinggalkan setelahku ditengah manusia fitnah yang lebih berat bagi kaum lelaki dari fitnah wanita.”
Imam Thawus ketika menafsirkan ayat Allah :
“… dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS An-Nisaa’ 28)
Beliau berkata, “Jika dia melihat wanita maka dia tidak bisa bersabar.”
Betapa banyak laki-laki yang sehat pikirannya, lalu dia melihat seorang wanita dari kejauhan yang terbungkus oleh bajunya lalu membekaslah dihatinya akan kecantikan dan keindahan tubuhnya. Hingga nafsunya terkait dengannya meski tanpa melihat dan tanpa mendengar berita tentangnya. Kemudian seakan dia tertikam karennya, tersiksa karenanya, namun dia tidak menyadarinya, sedangkan bayangan tersebut tidak sirna dari fikirannya. Maka dia senantiasa terbelenggu nafsu yang tidak terasa nikmat,hingga seandainya tidak tersisa di dunia kecuali seorang wanita saja, maka dia pasti mengira bahwa dia memiliki sesuatu yang belum pernah dia rasakan.
Ada kisah yang menjadi bukti akan beratnya fitnah wanita hingga menjerumuskan pecintanya ke jurang kekafiran.
Diceritakan oleh Ibnu al-Jauzi, di mana beliau berkata : “Telah sampai kepadaku tentang seorang laki-laki di Baghdad yang dipanggil dengan nama Shalih al-Muadzin. Dia menjadi muadzin selama 40 tahun. Dia dikenal sebagai seorang yang shalih. Suatu hari dia menaiki menara masjid untuk mengumandangkan adzan. Tiba-tiba dia melihat anak wanita seorang Nasrani yang rumahnya berdekatan dengan masjid, maka laki-laki itu tergoda olehnya. Diapun mendatangi dan mengetuk pintu. Si Wanita bertanya, “Siapa Anda?”. Dia menjawab, “Saya Shalih Al-Muadzin”. Pintupun terbuka untuknya dan begitu masuk dia langsung mendekatkan wanita itu ke tubuhnya,lalu si wanita itu berkata, “Kamu menanggung amanat, perbuatan khianat macam apa ini?” Laki-laki itu berkata, “Jika engkau setuju dengan kemauanku maka selamat,jika tidak maka aku akan membunuhmu.” Si wanita itu berkata, “Saya tidak akan menurutimu kecuali jika engkau meninggalkan agamamu.” Laki-laki itu berkata, “Saya berlepas diri dari Islam dan apa yang dibawa oleh Muhammad.”
Laki-laki itu mendekati si wanita,lalu si wanita berkata, “Kamu mengatakan itu semata-mata supaya tercapai tujuanmu, lalu kamu akan kembali kepada agamamu, (kalau benar-benar serius) maka makanlah daging babi!” Laki-laki itupun makan daging babi. Si wanita berkata,”Minumlah khamr!” Laki-laki itupun minum khamr. Ketika khamr telah berada di perutnya, dia mendekati si wanita, tetapi wanita itu masuk dan menutup pintu rumahnya sembari berkata, “Naiklah ke atas loteng sampai datang ayahku untuk menikahkanmu denganku.” Laki-laki itupun naik loteng, lalu terjatuh dan mati. Wanita itu keluar dan menutupkan kain kemayatnya, lalu ayahnya datang. Maka wanita itu menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya. Sang ayah mengeluarkan mayat tersebut di waktu malam dan membuangnya di perkebunan, akan tetapi tampak jasadnya. Lalu dia dilemparkan di tempat pembuangan sampah.”
Sesungguhnya ketika seseorang tergoda oleh wanita lalu terjerumus ke dalamnya, maka akan menyebabkan berbagai dampak negatif dan mafsadat bagi dunia dan akhiratnya. Ibnu al-Jauzi mengisyaratkan berbagai dampak buruk tersebut dan berkata, ‘Ketahuilah bahwa dampak negatifnya berbagai macam, ada yang sifatnya segera dan ada pula yang tertunda, terkadang kasat mata dan teradang tersembunyi pula. Dampak paling berat dan berbahaya yang tidak dirasakan oleh penderita adalah berbliknya iman dan ma’rifah. Selain itu kematian hati dan lenyapnya kelezatan munajat, bertambah kuatnya dorongan menuju dosa dan melalaikan al-Quran, meremehkan istighfar dan dampak lain yang membahayakan agamanya. Terkadang dampak tersebut merayap dengan pelan membawa kegelapan hingga menutup seluruh cakrawala hati, maka bashirahnya menjadi buta. Dampak buruk yang paling ringan adalah berupa penyakit fisik yang menimpanya di dunia dan terkadang, akibat buruk memandang, akan dirasakan oleh mata. Maka barangsiapa yang menyadari telah terjerumus ke dalam dosa yang menimbulkan efek buruk, maka hendaklah bersegera menghindar dari dampak negatifnya dengan cara taubat yang tulus, mudah-mudahan dia akan terhindar.”
Syaikhul islam Ibnu Taimiyah juga menuturkan perihal akibat menuruti syahwat yang diharamkan, “Barangsiapa yang hatinya menghamba kepada kecantikan rupa yang diharamkan baik wanita maupun anak muda, maka ini betul-betul merupakan adzab yang tak dapat dianggap remeh. Mereka adalah orang yang paling berat siksanya dan paling sedikit pahalanya. Karena orang yang tergila-gila kepada rupa disaat hati terkait erat dengannya, sementara yang dituju jauh darinya, maka akan terkumpul berbagai macam keburukan dan kerusakan yang tak satupun mampu mengukurnya selain Rabbul ibad. Di antara bencana yang timbul (karena syahwat terhadap wanita yang diharamkan) adalah berpalingnya hati dari Allah. Karena hati manakala telah mengenyam manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas untuk-Nya, niscaya dia tidak merasakan sesuatu yang lebih nikmat dari hal itu, tidak ada lagi yang lebih lezat dan lebih baik.”
Demikian besar potensi wanita asusila untuk menjerumuskan manusia ke dalam zina. Maka iblis dan antek-anteknya laknatullah ‘alaihim menjadikan wanita asusila sebagai umpan untuk menjerat mangsanya menuju jurang zina.
Wanita Asusila Menarik Perhatian Mangsanya
Ada yang mulanya kepepet ekonomi, lalu ke’enak’an menjual tubuh. Ada juga yang memang berniat menjual tubuh. Ada juga yang memang berniat menyebarkan perbuatan keji di muka bumi. Mereka adalah korban bujuk rayu setan, sekaligus pemangsa korban yang terpesona olehnya. Profesi mereka beragam, umumnya yang identik dengan kehidupan glamour dan bebas, diantaranya Bintang Panas, Penyanyi dan Penari erotis, Model Bugil, Pelacur Suara dll. Mereka adalah ‘target antara’ yang menyesatkan manusia. Sadar atau tidak sadar, wanita yang tak punya malu dan suka mengumbar aurat adalah umpan bagi manusia agar terjebak ke dalam zina.
MASS MEDIA ADALAH KAIL DAN JALANYA
Disinilah, berkumpul  orang yang memburu duit dan ketenaran dengan menjual tubuh sebagai umpannya, para bos yang menggaji mereka sebagai pemancingnya, dan para penikmat yang haus akan sajian pornografi sebagai mangsanya. Adapun media adalah kailnya.
Umpan jika tak mapan di tempat strategis, maka tidak efektif untuk mengundang mangsa. Pun tujuan pemancing juga tak akan tercapai. Maka dibutuhkan kail untuk menjerat mangsa, butuh media untuk mempromosikan umpan wanita untuk menjerat manusia ke dosa zina.
Mass media sangat efektif untuk ini, bukan saja seperti pancing, bahkan seperti jala yang tidak menyisakan mangsa yang kecil maupun yang besar. Bukanah banyak anak usia bawah umur yang berani memperkosa setelah melihat video porno? Atau jadi korban dari orang yang menonton gambar-gambar seronok?
Bukan hanya itu, media sangat efektif untuk menyihir opini publik. Sesuatu yang jelas dusta,bisa saja disulap menjadi kejujuran dimata masyarakat. Sesuatu yang kotor dan tabu menjadi indah dan terpuji karena ditayangkan berkali-kali. Bagi setan,media adalah medan paling strategis untuk memainkan jurus ’seribu dusta adalah kejujuran’. Kedustaan jika diungkapkan seribu kali, maka opini orang akan yakin akan kebenaran suatu kedustaan. Begitu pula perzinaan, yang awalnya dipandang keji dan kotor menjadi mulia dan indah dalam pandangan manusia ketika dikampanyekan tiada henti.
Media telah membuat opini manusia menjadi kacau, rasa malu dianggap sebagai musuh besar wanita untuk meraih kariernya. Seorang gadis yang malu memakai pakaian yang menampakkan pundaknya dianggap kurang pede, polos, lugu dan bahkan kuno. Setan telah memberikan istilah baru bagi sifat tak tahu malu yakni ‘percaya diri’. Nama yang begitu menarik sebagai bungkus dari kebusukan yang ia sembunyikan. Sebagaiman iblis juga telah memberikan nama pohon yang dilarang oleh Allah dengan Khuldi (pohon kekekalan/pohon yang apabila dimakan buahnya akan menyebabkan Adam kekal di jannah). Setan telah berhasi pula menobatkan para pengumbar nafsu tak tahu malu sebagai idola manusia. Sarana paling efektif untuk itu adalah media.
Derasnya arus sekulerisasi  dan serbuan gaya hidup barat di era globalisasi ini, batasan tentang pornografi akan semakin tidakjelas. Kriterianya pun apakah melanggar batas kesopanan, merangsang, ataupun melanggar etika tampak kabur dan bisa berubah-ubah. Semuanya mengandung interpretasi yang sangat mudah diperdebatkan. Bagi para fotografer yang sudah kenyang melihat model-model gampangan, wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam itu tidak merangsang. Demikianlah bila pornografi itu diserahkan batasan dan kriterianya kepada manusia.
Tapi, bagi orang yang memang menyukai zina dan sarananya, sebenarnya perdebatan tentang batasan pornografi itu hanya bertujuan untuk mencari celah agar mereka bisa menyebarluaskan pornografi itu sendiri. Karena jelas, berpose dengan pakaian mini, berjoget erotis dan adegan pra zina itu sudah cukup merangsang untuk memicu zina.
SIAPAKAH MANDOR LAPANGANNYA?
Ada tangan-tangan kuat dibalik merebaknya pornografi dan perzinaan. Merekalah yang menyediakan kail untuk umpan zina. Lalu memasangnya di tempat-tempat yang strategis. Mereka pula yang melakukan kaderisasi para wanita yang dijadikan umpan zina.
Musuh Islam Punya Rencana
Tidak bisa disangkal bahwa campur tangan musuh-musuh islam terlibat dalam kasus menyebarnya zina. Kita dengarkan komentar dari para gembong penjajah Yahudi : “Gelas (khamr) dan biduwanita, akan sanggup menghancurkan umat Muhammad lebih hebat dari seribu meriam, maka propagandakanlah kepada mereka kecintaan terhadap materi dan syahwat.”
Seorang dedengkot Masoniah (salah satu organisasi Yahudi) berkata :
“Kewajiban kita adalah untuk memperalat wanita, kapan saja mereka siap mengulurkan kedua tangannya kepada kita sehingga mereka menghiasi yang haram dan memporakporandakan para pahlawan pembela Islam.”
Telah disebutkan di dalam protokolat, “Kita harus bekerja keras untuk merusak akhlaq di setiap tempat untuk memepermudah rencana kita, sesungguhnya Sigmund Freud berada di pihak kita. Dia akan mempropagandakan pergaulan bebas di segala penjuru hingga tidak ada lagi istilah tabu bagi para pemuda, maka jadilah kemauan mereka yang utama adalah melampiaskan nafsu libidonya, maka ketika itu akan hancurlah akhlaq.”
Pengusaha yang Mengeksploitasi Aurat Wanita
Untuk membuat kerusakan tak harus menghadirkan kesadaran. Atau dengan sengaja merancang dan merencanakan kerusakan. Bermula dari rambatan pengaruh positivisme materialisme ke dalam diri pemburu duit, sejengkal demi sejengkal, senyap-senyap, tak kasat mata. Membawa implikasi untuk mencari keuntungan finansial tanpa mempertimbangkan norma. Semangat pengusaha siaran TV misalnya, berusaha mencari sajian acara yang menarik minat pemirsa, menduduki rating tertinggi. Nah, pada kenyataannya, siaran yang berpotensi mendapatkan rating tinggi adalah sajian yang tidak terlalu mempertimbangkan moral, tak mengusung muatan akhlaq dan perilaku hemat. Tapi justru acara yang berwatak hura-hura dan membangkitkan nafsu. Tak sadar, sesungguhnya mereka menjadi dalang dibalik merebaknya zina. Meskipun mereka juga menjadi wayang yang didalangi oleh setan dan antek-anteknya. Meeka menjadi mandor dalam proyek besar iblis untuk mencetak sebanyak mungkin para pezina.
Hal yang sama terjadi pada para desaigner pakaian-pakaian mini. Konon, hanya ada dua rumus yang dipakai desaigner barat untuk merancang busana, “Buka sebagian dan tutup sebagian yang lain.” Jika bagian bawah ditutup, bagian atas yang dibuka. Demikian pula sebaliknya. Kaidah ini berlaku pula untuk depan belakang atau kiri kanan. Bila atas pernah dibuka, bawah pernah menganga, kanan kiri dipertontonkan, pada gilirannya semua terbuka menjadi biasa. Dialah yang mentransfer pakain-pakaian mini kepada kaum muslimah., melalui model yang mereka jadikan sebagai ‘etalase’.
Begitupun dengan juragan-juragan VCD porno yang memanfaatkan orang-orang yang tidak tahu malu untuk mengantongi banyak untung. Lalu memanfaatkan orang-orang yang haus akan sarana yang bias meladeni birahinya di tempat yang haram.
Jika tidak bertaubat, mereka mendapatkan hukuman yang setimpal, sesuai dengan andil masing-masing dalam menyebarluaskan perbuatan keji di tengah masyarakat.
SIAPAKAH MOTIVATORNYA?
Kesuksesan bisnis pornografi yang berimplikasi pada merebaknya budaya free sex, tidak lepas dari para ‘pandu sorak’, restu dari orang-orang berpengaruh, langsung maupun tidak langsung.
Ulama Suu’ Perestu Zina
Tidak sedikit orang yang dianggap sebagai ustadz, mubaligh atau cendekiawan muslim justru memberi laluan bagi beredarnya pornografi. Inilah partner setan terbaik, meskipun ia tak menyadarinya. Karena -sekali lagi- tak harus menghadirkan kesadaran untuk bisa merusak.
Sebagian ketika diminta ‘fatwa’ tentang pacaran, dia menjawab, “Tidak apa-apa asalkan tidak berzina!” Manis kelihatannya. Tapi sesungguhnya ini menjebak, menjerumuskan. Dia seperti orang yang mengikat tangan dan kaki seseorang lalu dia lemparkan ke sungai dan dikatakan, “Awas, jangan sampai basah!”. Bagaimana mungkin dia fatwakan boleh pacaran asalkan tidak bezina, sementara dia tahu jarang sekali orang yang lama pacaran tanpa melakukan zina.
Ada lagi yang promosi VCD porno secara terselubung. Ketika ditanya tentang VCD porno,si ‘ustadz’ memberikan imbuhan “yang penting sudah cukup umur…asal untuk kalangan terbatas…asal dilihat bareng bersama istri…” dan yang lain.
Seperti dalam kasus film ‘Buruan Cium Gue’. Abdul Moqset al-Ghazali, kontributor andalan di situsnya JIL berkomentar banyak tentang protes para ulama terhadap film BCG. Diantara yang dia katakan, “Menghadirkan agama, apalagi hanya satu tafsir tertentu dalam agama kedalam dunia film, sungguh sangat musykil. Di antara dua entitas ini, agama dan film, terdapat jurang pemisah yang amat dalam. Agama sebagaimana dikemukakan didalam fikih Islam memiliki perhatian yang rendah terhadap dunia perfilman ini, karena didalamnya selalu dimungkinkan terjadinya sejumlah kemaksiatan. Agama mengatur secara amat ketat menyangkut hubungan laki dan perempuan yang bukan mahram. Tidak boleh ada persentuhan fisik. Sementara film meniscayakan adanya perjumpaan dan persentuhan fisikal. Jika film menuntut keseriusan dan totalitas dalam berakting, maka agama melalui fikih Islam justru hadir untuk membatasi totalitas itu.
Sebagai missal, adegan ciuman yang dilakukan orang yang bukan mahram dan berbeda jenis kelamin, baik karena tuntutan naskah film maupun karena telah menjadi kelaziman sosial, jika ditanyakan pada agama,maka tidak banyak yang dikatakan oleh agama, kecuali bahwa itu merupakan kawasan terlarang. Agama hanya datang dengan kotbah yang standar, tindakan itu merupakan perkara haram yang harus dihindari. Islam termasuk dalam deretan agama yang amat restriktif dalam perkara yang satu itu. Ciuman yang dilakukan oleh orang yang bukan mahram dan berbeda jenis kelamin, baik dilakukan dengan nafsu maupun tidak, dalam pandangan agama adalah memiliki derajat keharaman yang sama.
Ini, jika melulu berpatokan kepada Islam. Namun, bukankah masyarakat Indonesia hidup dengan keragaman patokan dan parameter. Keanekaragaman agama, budaya dan etnis, kiranya akan membentuk penilaian yang berbeda menyangkut satu pokok soal seperti adegan-adegan di dalam film itu. Oleh karenanya, pada hemat saya, Islam harus diletakkan sebagai salah satu anasir saja dari keseluruhan norma yang hidup di tengah masyarakat. Islam tidak bisa dijadikan sebagai parameter tunggal untuk menilai sebuah karya film. Islam harus didudukkan secara setara dengan norma-norma lain. Islam mesti bertanding dan berkontestasi dengan norma-norma lain.
Sebab, dalam masyarakat yang pluralistik seperti Indonesia, larangan terhadap ketidaksopanan hanya bisa dilakukan sejauh melalui mekanisme yang demokratis, bukan semata-mata hasil pemaksaan dari satu kelompok agama atau segmen masyarakat tertentu saja…”
Na’udzubillah, demikian lah pernyataan Abdul Moqset dalam situs JIL-nya www.islamlib.com. Abdul moqset tidak mempersoalkan film BCG atau bahkan yang jelas-jelas porno, asalkan dilihat ditempat dan kalangan tertutup, malah mendukung. Sementara syari’at jelas menyatakan keharamannya. Meskipun diasumsikan pemain porno itu suami istri. Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya seburuk-buruk derajat manusia di sisi Allah adalah seorang laki-laki yang mengumpuli istrinya dan istrinya melayaninya lalu dia menyebarkan rahasianya.’ (HR Muslim)
Sekedar menceritakan saja tidak boleh, apalagi menyebarkannya dalam bentuk film. Di tambah lagi pemainnya bukan suami istri.!!!
Seksolog yang ngeres pikirannya
Nasihat beracun tak jarang muncul dari para seksolog, khusunya yang tipis agama dan rasa malunya. Seringkali kalau ada sepasang kekasih yang belum menikah bertanya tentang problem hubungan seksual, sang seksolog tidak mempersoalkan status mereka yang belum menikah. Tapi justru memberikan tips-tips agar perzinaan bisa dinikmati bersama. Nasihat paling ‘manusiawi’ berupa tips hubungan intim tanpa resiko.
Seperti yang biasa kita dengar dari orang-orang yang katanya aktivis dalam memerangi penyakit HIV. Rata-rata memberikan ’saran’, “Jangan lupa memakai kondom!” Konon ATM kondom telah banyak tersebar di beberapa kota besar. Nasihat itu bisa diartikan, “Zina boleh asal pakai kondom..zina boleh asal tidak mendatangkan penyakit.” Mereka bisa saja lari dari HIV, tapi jangan disangka bisa lari dari balasan Allah, meskipun dengan jenis yang bisa jadi tidak mereka sangka sebelumnya.
Berbeda dengan ajaran islam yang mencegah penyakit langsung dari akarnya. Mengapakah mereka tidak kembali kepada arahan Islam,? Bukankah dengan resep Islam melarang zina jelas menghabisi ptensi HIV unuk menyebar??
Pelanggan Media Pornografi
Kalau pornografi dan sarana zina yang lain dikikis habis, sudah terang para pelanggannya banyak yang kelimpungan. Maka mereka akan turut membelanya mati-matian, mungkin atas nama seni, kebebasan, hak asasi dan yang lain. Lebih manjur lagi kalau yang komentar itu adalah orang berpengaruh atau banyak penggemarnya semisal artis…Na’udzubillahi min dzalik. Kalau artis seperti itu menjadi panutan pengemarnya, maka bagaimana nasib remaja kita?
Wallahu a’lam.
(adopted from : ‘Sayembara IBLIS, Konspirasi Setan Jin & Manusia dibalik Merebaknya Zina’_Abu Umar Abdillah)

Artikel Yang Berhubungan



0 komentar:

Poskan Komentar

Buat sobat blogger anda tulis komentar disini,angdidi tulis komentar disana tapi yang sopan ya!!!angdidi yakin anda adalah blogger yang baik matur kesuwun...